Suara.com - Tim peneliti Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada mengembangkan melon unggul Tacapa yang ditanam menggunakan media tanam campuran abu vulkanik sisa erupsi Gunung Kelud.
"Abu vulkanik memiliki potensi dapat digunakan untuk campuran media tanam pengganti pupuk komersial," kata koordinator tim peneliti Budi Setiadi Daryono di Yogyakarta, Sabtu, (26/7/2014).
Menurut dia, melon yang ditanam pada lahan dengan media tanam campuran abu vulkanik memiliki karakteristik tidak jauh berbeda, baik segi ukuran, rasa, bentuk maupun berat buah.
"Pemanfaatan abu vulkanik sebagai media tanam diharapkan dapat memberikan 'public awareness' bahwa tidak selamanya kita harus bersikap takut atau was-was terhadap bencana, namun sudah saatnya 'berkawan' dengan bencana," katanya.
Anggota tim peneliti Purnomo mengatakan, capaian yang telah diperoleh dalam pengembangan melon unggul kultivar Tacapa antara lain tahan terhadap jamur tepung, dapat dibudidayakan menggunakan media tanam abu vulkanik.
Selain itu potensial untuk dikembangkan di lahan kritis karst dalam upaya konservasi lahan.
Menurut dia, capaian selanjutnya yang diharapkan antara lain benih-benih melon yang mempunyai karakter morfologis dan agronomis yang unggul, seragam, dan stabil itu dapat disertifikasi dan diproduksi sebagai benih melon komersial unggulan nasional.
"Kami berharap ke depan dapat dikembangkan lebih bagus lagi, khususnya di lahan karst sebagai upaya konservasi lahan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Harga Asics Novablast Terbaru, Cek 3 Seri Sepatu Lari Paling Populer untuk Pemula dan Pro
-
Review Film Other: Sajian Thriller Psikologis dengan Atmosfer yang Sunyi
-
Perjuangkan Hak Rakyat Palestina, Asia Pacific Coalition for Quds and Palestine Buka Markas di RI
-
BPOM Perketat Batas BPA 12x Lebih Rendah, Galon Guna Ulang Jadi Sorotan
-
Rahasia Fintech Tetap Tangguh di Tengah Pasar yang Berubah
-
Intelijen Ukraina Ungkap Taktik Rusia Rekrut WNI ke Garis Depan
-
11 Ribu Personel Diketahkan dan 237 Kali Water Bombing, BNPB Ungkap Sulitnya Tangani Karhutla Sumsel
-
Sering Salah? Ini Aturan Urutan Operasi Hitung yang Benar, Perkalian atau Pembagian Dulu?
-
Viral Gadis Lampung Mengaku Jadi Korban Perdagangan Orang, Ini Penjelasan Polisi
-
Sering Salah? Ini Aturan Urutan Operasi Hitung yang Benar, Perkalian atau Pembagian Dulu?