Suara.com - Facebook menolak untuk menghapus sebuah video yang diunggah ke situ media sosial itu, yang isinya menayangkan seekor kucing disiram dengan bensin sebelum dibakar hidup-hidup.
Raksasa media sosial asal Amerika Serikat itu mengatakan bahwa video yang mengejutkan itu sebenarnya tidak melanggar syarat dan ketentuan penggunaan Facebook.
Dalam video itu terlihat dua orang lelaki memasukkan seekor kucing ke dalam sebuah wadah dan menyiram cairan ke tubuh binatang itu. Kedua orang itu lalu membakar kucing, yang terlihat berlari keluar dari wadah tersebut dalam keadaan terbakar.
Kucing malang itu kemudian terlihat berguling-guling kepanasan, tetapi alih-alih mematikan api, salah satu lelaki dalam video itu malah kembali mengguyur binatang itu dengan cairan yang membuat api berkobar semakin besar.
Ketika api padam, sebuah kantung plastik digunakan untuk menutup bangkai kucing itu.
Video itu langsung memantik kemarahan di internet. Ribuan pengguna Facebook mengecam video itu, tetapi Facebook menolak untuk menghapusnya.
Juru bicara Facebook mengatakan bahwa video itu sudah diteliti dan dinyatakan tidak melanggar panduan serta ketentuan Facebook.
"Orang menggunakan Facebook untuk berbagi pengalaman lingkungan di sekitar mereka dan kadang-kadang memang berisi konten yang meresahkan," kata juru bicara Facebook. (Daily Mail)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun