- ASN Varenko Varkas Bagaskara meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil Komcad.
- Keluarga dapat menempuh jalur hukum atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian tersebut.
- YLBHI mendesak Komnas HAM menyelidiki dugaan pelanggaran HAM.
Suara.com - Keluarga Vanreko Varkas Bagaskara, ASN Kementerian Ekonomi Kreatif yang meninggal saat mengikuti Pelatihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad), bisa menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban atas kematiannya.
Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakan keluarga dapat melaporkan dugaan tindak pidana jika ditemukan unsur kelalaian dalam proses rekrutmen maupun pelatihan Komcad.
"Bisa laporan polisi. Pasalnya 474 ayat 1 KUHP itu kelalaian yang mengakibatkan meninggal dunia," jelas Isnur kepada Suara.com di Jakarta pada Selasa (29/9/2026).
Vanreko diketahui mengikuti Latsarmil Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum kemudian meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026). Isnur menduga kematian Vanreko berkaitan dengan adanya kelalaian dalam tahapan pelatihan.
Menurut Isnur, dugaan pelanggaran juga perlu ditelusuri sejak proses rekrutmen Vanreko sebagai peserta Komcad. Terlebih, Vanreko merupakan seorang ASN.
Ia mengatakan keikutsertaan dalam Komcad seharusnya dilakukan secara sukarela atas kehendak pribadi calon peserta, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat 2 UU Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Jika ditemukan adanya unsur pemaksaan atau perintah atasan, menurut Isnur pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban terkait dugaan tindakan kesewenang-wenangan pejabat, baik dari unsur sipil maupun militer.
"Siapa penanggung jawab pelatihannya? Siapa yang menginstruksikannya? Siapa yang memaksa dia tetap ikut pelatihan?" kata dia.
Isnur juga meminta Komnas HAM menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam penerapan Latsarmil Komcad bagi warga sipil.
"Komnas HAM harus membongkar secara keseluruhan. Harusnya diselidiki. Komnas HAM jangan diam saja, dong!" tegas Isnur.
Menurut Isnur, kematian Vanreko tidak cukup dilihat sebagai persoalan kelalaian dalam pelatihan. Ia menduga terdapat persoalan yang lebih struktural dalam penerapan sistem militer terhadap warga sipil.
"Bukan semata-mata kelalaian. Menurut saya ini kesengajaan, struktur komando," pungkasnya.
Reporter: Alif Bintang