Suara.com - Temuan baru dalam penggalian kuburan dari era Iskandar Yang Agung, mencuatkan pertanyaan mengenai apakah kuburan Amphipolis kuno dijarah dan apakah identitas misterius orang yang dikuburkan di sana dapat diselesaikan.
Pekan ini, ahli arkeologi Yunani menemukan marmer kepala salah satu dari dua sphinx yang menjaga pintu masuk kuburan di dalam ruang ketiga kuburan tersebut dan hilang.
Lokasi kepala itu, menurut sejumlah ahli, berada jauh dari pintu masuk kuburan, memperkuat teori bahwa kuburan tersebut mungkin telah dijarah.
"Penjarah sangat mungkin mematahkan kepala itu dan membuangnya. Banyak kuburan telah dijarah pada masa lalu oleh pemburu harta karun," kata ahli arkeologi Petros Themelis kepada media Yunani.
Kebanyakan bagian kepala sphinx tersebut masih utuh selain dari kerusakan kecil pada hidungnya.
Kepala itu berukuran 60 centimeter dari atas ke bawah, dengan ikatan bergelombang yang berisi jalur cat merah.
Di kepala sphinx tersebut juga terdapat satu keranjang, atau canephora, untuk menahan kubah pintu masuk. Pecahan sayap sphinx juga ditemukan.
Dalam beberapa hari ke depan, tim arkeologi itu akan memindahkan batu gamping yang jatuh dari dalam ruang kuburan ketiga, sementara beberapa bagian gerbang yang baru dibongkar akan diunngkapkan.
Sejak Agustus, ahli arkeologi telah membongkar patung sphinx, Caryatids, mosaik dan temuan lain yang berasal dari Abad Ke-4 SM di kompleks pemakaman Amphipolis.
Berdasarkan temuan itu, ahli Yunani telah mengajukan banyak teori mengenai identitas orang yang dikubur di kuburan tersebut, tapi tak seorang pun dapat memberi jawaban yang tak mengundang pertanyaan mengenai teka-teki tersebut. (Xinhua)
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar