Sebuah kelompok aktivis pembela perempuan bermitra dengan Twitter untuk mencegah tindak pelecehan seksual melalui situs microblogging tersebut. Kelompok yang menamakan diri Women, Action & the Media (WAM) itu mengklaim telah menciptakan formulir online bagi para pengguna Twitter untuk melaporkan pelecehan seksual yang mereka alami.
"WAM akan mengumpulkan laporan tersebut kepada Twitter dan memantau respon Twitter terhadap pelecehan bernuansa gender," sebuah WAM dalam rilis persnya.
"Pada akhir periode uji coba, WAM akan menganalisa data yang terkumpul dan bekerja sama dengan Twitter untuk memahami bagaimana pelecehan gender terjadi di situs tersebut, serta meningkatkan kemampuan respon Twitter terhadap pelecehan semacam itu," sebut WAM dalam rilis itu.
Kerja sama ini dilakukan menyusul isu pelecehan gender lewat online yang hangat dibicarakan dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa pengguna yang mengkritik eksploitasi karakter perempuan dalam industri video game, mengaku mendapat ancaman pemerkosaan, bahkan pembunuhan.
Twitter tidak diam saja. Mereka kabarnya bahkan sampai perlu menambah staf yang ditugaskan khusus menyortir kicauan-kicauan bernada ancaman.
WAM bukan kali ini saja muncul di media sosial. Kiprah kelompok ini sudah terlihat sejak tahun lalu di situs jejaring sosial, Facebook. Lewat kampanye #FBrape, mereka menentang diunggahnya konten-konten berbau pelecehan gender ke Facebook. (Cnet)
Tag
Berita Terkait
-
Capek-Capek Eka Kurniawan Masuk Nominasi Man Booker, Saingannya Cuma AU!
-
Cuitan Ala Milenial: Pesan Motivasi dari Kicauan Si Burung Zuper!
-
Membaca Ulang Sejarah R.A. Kartini di Tengah Tren 'Unpopular Opinion'
-
Baskara Mahendra Jadi Sasaran Hujatan KNetz, Warganet Tak Tinggal Diam
-
Dari Thread ke Bioskop, Falcon Pictures Garap Film Waluh Kukus
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau
-
3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang
-
8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi
-
Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK
-
Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat
-
Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo
-
Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare
-
Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh
-
Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?
-
The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan