Suara.com - Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail Cawidu mengatakan pihaknya mendorong operator jasa telekomunikasi menggunakan produk SIM Card lokal guna mengantisipasi keamanan dan isu-isu penyadapan.
"Kita dorong agar menggunakan produk dalam negeri. Saya kira isu-isu penyadapan dapat diminimalisir dengan produksi di dalam negeri," katanya Ismail, Selasa (17/3/2015).
Hal ini dikatakannya menanggapi dugaan penyadapan yang dilakukan badan intelijen Amerika Serikat National Security Agency (NSA) dan badan intelijen Inggris Government Communication Headquarter (GCHQ), melalui produk SIM Card yang dikeluarkan oleh perusahaan asal Belanda, Gemalto N.V.
Ia mengatakan, saat ini terdapat satu perusahaan produsen SIM Card asal Indonesia yang telah mampu memproduksi hingga 50 juta kartu. "Produknya malah dipesan oleh Malaysia dan Jepang," katanya.
Untuk itu, menurut dia, bila produksi dilakukan di dalam negeri, masalah keamanan dalam SIM Card dapat dikendalikan lebih dini.
Sebelumnya, BRTI telah meminta semua penyelenggara jaringan bergerak seluler untuk melakukan investigasi internal sehubungan dengan adanya dugaan penyadapan yang dilakukan badan intelijen Amerika Serikat National Security Agency (NSA) dan badan intelijen Inggris Government Communication Headquarter (GCHQ), melalui produk Sim Card yang dikeluarkan oleh perusahaan asal Belanda, Gemalto N.V.
Lima operator telah menyampaikan hasil investigasi internal terkait penyadapan tersebut. Lima penyelenggara jaringan bergerak seluler yang telah melaporkan hasil investigasinya kepada BRTI yaitu PT. Hutchison 3 Indonesia (3), PT. XL Axiata (XL), PT. Indosat (Indosat), PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria), dan PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel).
Dari lima operator tersebut, menurut Ismail Cawidu, empat di antaranya menggunakan produk Sim Card dari Gemalto N.V.
"Telkomsel, XL, Hutchinson 3, Indosat," katanya.
Berdasarkan investigasi internal operator yang telah diterima BRTI, menurut Ismail, tidak menemukan adanya kebocoran pada SIM Card tersebut. Para operator, menurut Ismail, juga menjamin bahwa penyedia SIM Card yang mereka gunakan telah memenuhi GSM Security Standard. (Antara)
Berita Terkait
-
4 Tablet SIM Card Murah untuk Kerja dan Hiburan, Internetan Lancar Tanpa Bergantung Wi-Fi
-
5 Tablet SIM Card Murah Terbaik 2026 sesuai Review dan Harga, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet SIM Card Murah Terbaik untuk Hiburan dan Produktivitas Lancar Jaya
-
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Paling Worth It, Ada Slot SIM Card
-
Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC