Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberikan penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) 2015 pada ahli tomografi Tanah Air Dr Warsito Purwo Taruno MEng.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Dr Warsito atas karyanya pada pengembangan "Electrical Capacitance Volume Tomography" (ECVT) yang banyak digunakan untuk pengobatan para penderita kanker.
"Penghargaan ini diberikan kepada anak bangsa yang berhasil menciptakan karya-karya yang berjasa bagi masyarakat banyak," ujar Kepala BPPT Dr Ir Unggul Priyanto MSc usai acara pemberian penghargaan tahunan ini di Jakarta, Kamis (20/8/2015).
"Banyak lembaga dunia telah menggunakan ECVT untuk pengembangan lebih lanjut seperti NASA, Kyoto University, Ohio State University dan lainnya. Teknologi ini digunakan untuk memindai tabung gas, pendeteksian aktivitas dan disfungsi otak, hingga pemindaian kanker payudara," jelas Unggul.
ECVT merupakan pemindai berbasis medan listrik statis yang telah diaplikasikan secara luas di dunia industri dan medis. ECVT mempunyai konsep yang berbeda dengan tomografi konvensional seperti CT-Scan dan MRI.
Tomografi konvensional menggunakan prinsip pemindaian tertutup (obyek harus diletakkan di ruang tertutup dikelilingi oleh sensor-sensor pemindai), sementara ECVT menggunakan konsep pemindaian terbuka yang berarti objek tidak harus diletakkan di ruang tertutup dan bisa diletakkan dimana saja tanpa harus dikelilingi sensor.
ECVT juga dapat digunakan dalam bidang proses kimia yaitu teknologi piranti lunak untuk komputasi aliran fluida di dalam reaktor kimia.
"Dalam aplikasi di dunia medis, ECVT memberikan alternatif sistem pemindaian dengan biaya murah, bebas radiasi, deteksi seketika atas kelainan fisiologis dalam payudara, epilepsi, Alzheimer, dan disfungsi otak lainnya," kata Warsito.
Warsito menjelaskan teknologi yang dikembangkan dengan memanfaatkan sumber gelombang yang dianggap tidak berguna atau pinggir. Setelah diamati, gelombang pinggir tersebut mengandung informasi yang bermanfaat.
"Gelombang pinggir tersebut tersebar dan banyak." Hal itu, yang dikembangkan untuk melakukan pemindaian. Turunan dari aplikasi tersebut, dapat dimanfaatkan untuk menghambat sel kanker.
Sel mengandung muatan listrik, sementara gelombang mengandung listrik dan magnet. Jika berinteraksi maka membuat sel bermutasi.
"Sel kanker membelah dengan sangat cepat. Proses pembelahan tersebut dihambat dengan medan listrik, kalau membelah tidak sempurna maka sel tersebut akan bunuh diri," terang Warsito.
Sekitar 78 persen penderita kanker yang menggunakan alat ciptaan Warsito terbukti bisa bertahan hidup lebih lama. Hal itu berbeda dengan pengobatan medis, yang sangat kecil harapan hidupnya terutama pada kanker stadium lanjut.
Warsito lahir di Karanganyar pada 15 Mei 1967 dan menjadi peserta program beasiswa Habibie Overseas Fellowship pada 1987. Warsito menyelesaikan studi sarjana dan magister pada jurusan teknik kimia di Shizuoka University dan doktor pada jurusan teknik elektro di universitas yang sama.
Sejumlah penghargaan diraihnya mulai dari luar negeri dan dalam negeri. Warsito saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI). (Antara)
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya