Suara.com - Program akselerasi perusahaan rintisan "Start Surabaya" bekerja sama dengan PT. Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) menggelar kompetisi bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi dari berbagai universitas di Surabaya guna membuka kesempatan untuk tumbuh menjadi perusahaan global.
"Surabaya merupakan kota dengan modal yang sangat lengkap untuk mengembangkan industri kreatif dan teknologi, di mana anak muda dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah, bahkan nasional," kata perwakilan dari Group EMTEK Nayoko Wicaksono dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Nayoko mengatakan Surabaya sebagai kota pelabuhan yang banyak disinggahi pendatang, tentunya memiliki talenta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia serta memiliki daya juang yang tinggi untuk membawa perubahan melalui teknologi dalam kompetisi bernama "Startup Sprint" ini.
Menurutnya, Indonesia harus bergerak menuju bentuk ekonomi baru berbasis pengetahuan dan berlandaskan modal intelektual serta kreativitas manusia, khususnya menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.
"Melalui 'Startup Print' ini, kami ingin mendorong masyarakat menciptakan solusi menggunakan teknologi. Kami berupaya untuk mendorong berbagai kolaborasi antarpihak guna menyelesaikan masalah sosial di masyarakat lewat teknologi," ujar Nayoko.
Ia pun optimistis kompetisi "Startup Sprint" ini akan disambut antusias mengingat terdapat lebih dari 60 universitas di Surabaya yang merupakan tempat yang tepat untuk menciptakan ekosistem perusahaan rintisan teknologi yang dibangun anak muda.
"Startup Sprint" saat ini sudah memasuki tahap pencarian peserta dan telah melakukan sederetan kunjungan ke perguruan tinggi yang ada di Surabaya seperti, ITS, STIKOM, Ciputra, Petra serta menjajaki "Coworking Space Forward Factory".
Selama tiga bulan pertama, peserta akan digembleng untuk menjalani berbagai aktivitas seperti lokakarya, seminar, konsultasi serta pelatihan yang dibantu mentor dan fasilitator berpengalaman dan ekosistem.
Mereka juga akan menjalani serangkaian proyek yang akan membantu untuk menciptakan ide hingga eksekusi serta dibekali pelatihan "soft skill" yang membantu peserta dalam mengembangkan kemampuan diri dan kepribadian sebagai calon pebisnis kreatif berbasis teknologi.
Pemenang utama dalam kompetisi akan mendapatkan hadiah perjalanan ke Silicon Valley untuk berkunjung dan bertukar pengalaman dengan para pelaku industri teknologi kelas dunia. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul