- Donald Trump umumkan serangan bom dahsyat ke target militer di Iran.
- Kilang minyak Pulau Kharg sengaja dilindungi untuk menjaga stabilitas infrastruktur.
- Harga minyak mentah WTI melonjak hingga 98,7 dolar AS per barel hari ini
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengklaim telah melakukan pengeboman terbesar dan terdahsyat dalam sejarah Timur Tengah. Manuver serta pengumuman Trump tersebut lantas viral serta menuai kecaman dari banyak pihak.
Meski mengaku telah memerintahkan pengeboman tingkat tinggi, Donald Trump mengaku masih melindungi sejumlah kilang minyak di Iran.
Melalui akun resmi miliknya pada media sosial Truth, Donald Trump sesumbar bila Amerika mempunyai senjata paling canggih, namun mereka memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur penting.
"Beberapa saat yang lalu, atas arahan saya, United States Central Command (Komando Pusat Amerika Serikat) melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target militer di permata mahkota Iran, Pulau Kharg. Senjata kita adalah yang paling ampuh dan canggih yang pernah dikenal dunia, tetapi, karena alasan kesopanan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu," kata Donald Trump di Truth pada Sabtu (14/03/2026).
Postingan itu turut diunggah ulang oleh akun resmi Gedung Putih (White House) sehingga viral di X dan Instagram.
Setelah membahas mengenai 'senjata canggih' serta 'bom besar', Donald Trump mengaku akan mempertimbangkan senjata andalan apabila Iran mengganggu jalur logistik di Selat Hormuz.
"Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran kapal yang bebas dan aman melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini. Selama masa jabatan pertama saya, dan saat ini, saya membangun kembali militer kita menjadi kekuatan yang paling mematikan, kuat, dan efektif, jauh di atas yang lain di dunia. Iran Tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan apa pun yang ingin kita serang — Tidak ada yang dapat mereka lakukan! Iran Tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan juga tidak akan memiliki kemampuan untuk mengancam Amerika Serikat, Timur Tengah, atau, dalam hal ini, dunia," tambah Trump.
Pada akhir postingan, Donald Trump menyebut Iran sebagai 'Rezim Teroris' serta meminta mereka untuk menyerah.
"Militer Iran, dan semua pihak lain yang terlibat dengan Rezim Teroris ini, sebaiknya meletakkan senjata mereka, dan menyelamatkan apa yang tersisa dari negara mereka, yang jumlahnya tidak banyak! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," pungkas Donald Trump.
Baca Juga: Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran
Meski sempat turun, harga minyak mentah (Crude Oil) langsung melonjak setelah postingan Trump diunggah pada 14 Maret 2026. Harga Crude Oil WTI sekarang sudah tembus ke angka 98,7 dolar AS per barel, meningkat dari 90,2 dolar AS pada 10 Maret 2026.
Aksi Pengeboman dan Ancaman Donald Trump Menuai Kritik
Mengutip Aljazeera, sikap keras Trump terhadap Pulau Kharg di Iran dapat mengancam pasokan energi global.
Zeidon Alkinani, dosen politik Timur Tengah di Universitas Georgetown di Qatar, mengatakan bahwa peringatan Trump bahwa ia berhak untuk berpotensi menghancurkan fasilitas minyak di pulau Kharg jika ketegangan di Selat Hormuz meningkat adalah pertanda yang mengkhawatirkan.
“Meskipun beberapa aktor regional berharap adanya de-eskalasi, retorika dari para pemimpin politik, termasuk Trump, telah bergeser dari potensi kompromi ke posisi garis keras yang berkelanjutan,” kata Zeidon Alkinani.
Alkinani menambahkan bahwa pengerahan 2.500 pasukan AS dari Pasukan Ekspedisi Marinir ke-31 dari Jepang ke Timur Tengah, yang diperkirakan akan tetap berbasis di laut, menambah kompleksitas lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2
-
3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN