Suara.com - Semua orang biasanya tertarik dengan rahasia-rahasia atau shortcut unik yang tersembunyi di dalam gadget mereka, tetapi tak jarang rahasia itu menyembunyikan jebakan maut. Termasuk yang satu ini, yang ditemukan pada ponsel pintar Apple, iPhone.
Seperti yang diberitakan Sydney Morning Herald , dalam sepekan terakhir beredar pesan di forum-forum online untuk mengajak para pengguna iPhone mengubah settingan waktu di gadget mereka ke tanggal 1 Januari 1970. Para penyebar pesan mengatakan, setelah diubah, maka layar start-up iPhone akan menampilkan gambar bertema retro spesial yang menarik.
Tetapi jangan tertipu. Alih-alih menjadi lebih menarik, iPhone Anda akan lumpuh dan hingga saat ini belum ditemukan cara untuk memperbaikinya.
Beberapa korban telah mencoba beberapa cara, seperti memindahkan iPhone mereka ke mode DFU agar kembali ke setelan awal atau mengganti firmware, tetapi tetap gagal.
BACA JUGA:
Samsung VS Apple, Siapa Raksasa yang Sesungguhnya?
Beberapa orang juga membawa iPhone mereka ke pusat servis Apple, tetapi bahkan para teknisi sendiri kebingungan dengan masalah itu. Di Australia, Apple memilih untuk mengganti ponsel yang rusak akibat masalah itu ketimbang memperbaikinya.
Menurut SMH, masalah itu disebabkan oleh celah keamanan pada peranti lunak iPhone, khususnya pada yang menggunakan chip 64-bit yang dibenamkan pada iPhone 5S dan generasi iPhone sesudahnya, iPad Air, iPad Mini 2, dan iPod Touch 2015.
Sementara berdasarkan analisis situs berita teknologi Ars Techica, celah pada sistem iPhone itu tercipta karena 1 Januari 1970 adalah hari pertama dalam sistem Unix, sistem yang juga digunakan oleh iPhone.
Sistem Unix terus menghitung detik demi detik sejak hari pertama dalam sistem itu, yaitu pada 1 Januari 1970. Mengubah pengaturan dari sistem itu ke nol alias 1 Januari 1970, tampaknya menjadi penyebab di balik kelumpuhan iPhone.
Jika Anda ingin melihat dampak mematikan dari memutar balik waktu di iPhone, simak saja video dari vlogger Zach Sttraley berikut ini:
BERITA MENARIK LAINNYA:
Mengapa Banyak Anak Kembar Dilahirkan di Negara Maju?
Perlihatkan Dada Mulus, Nikita Siap Dinikahi Moammar Emka?
Berita Terkait
-
Tecno Spark Go 3 Rilis Pekan Ini: HP Murah Sejutaan Mirip iPhone Berfitur Tangguh
-
Spesifikasi Up Phone, HP Buatan Indonesia yang Desainnya Mirip iPhone
-
Daftar Harga iPhone Januari 2026, Benarkah Lebih Mahal?
-
Apa Itu iPhone 17 Pro HDC? Jangan Tertipu, Kenali 8 Perbedaannya dengan yang Ori
-
Red Magic 11 Air: Benarkah Hanya Jiplak Konsep iPhone Air atau Justru Monster Gaming yang Menyamar?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 12 Januari 2026: Raih Skin SG2, Scar Megalodon, dan Sports Car
-
Poster Vivo X200T Terungkap: Bawa Kamera Zeiss, Andalkan Chip Kencang MediaTek
-
7 HP Murah Chip Kencang dengan Memori 256 GB Januari 2026, Harga Mulai 1 Jutaan!
-
Update Bracket Swiss Stage M7: AE Butuh 1 Kemenangan, ONIC Masih Berjuang
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan
-
Honor Siapkan HP Murah Baterai 10.000 mAh, Usung Layar 1.5K dan Chip Snapdragon
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya