- Saham PANI anjlok 5,92% ke level 10.725 IDR usai video banjir PIK2 viral di medsos.
- Kawasan Tokyo Riverside terendam air; janji sistem polder "Anti Banjir" PIK2 dipertanyakan.
- Banjir pesisir ganggu aktivitas bisnis dan hancurkan sentimen positif investor terhadap PANI.
Suara.com - Citra Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan hunian elit yang bebas banjir tengah diuji hebat. Kawasan mandiri besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini dilaporkan tergenang air cukup tinggi pada Senin (12/1/2026), yang berdampak langsung pada rontoknya kepercayaan investor di pasar modal.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan pukul 16.14 WIB, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ditutup memerah di level 10.725,00 IDR.
Saham emiten properti ini anjlok signifikan sebesar 675,00 poin atau turun 5,92% dalam sehari. Sepanjang perdagangan, PANI bergerak di rentang Rp10.625,00 hingga Rp11.300,00 dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp194,31 triliun.
Kekecewaan pasar ini dipicu oleh video amatir yang viral di media sosial. Unggahan tersebut menunjukkan kondisi kontras antara janji pemasaran kawasan elit dengan realita di lapangan. Salah satu titik terparah terpantau di kawasan Tokyo Riverside PIK2, di mana area parkir apartemen tergenang air hingga merendam deretan mobil penghuni.
"Ini parkiran Tokyo yang punya mobil enggak sadar, lihat tenggelam. Oh my God," ujar salah satu netizen dalam video yang diunggah akun @volunteer.netizen saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut Senin siang.
Sistem Anti Banjir Polder Gagal?
Kejadian ini memicu kritik tajam lantaran pengelola PIK2 sebelumnya sangat gencar mengklaim kawasan ini mustahil banjir. Agung Sedayu Group mengeklaim telah menerapkan Sistem Polder yang dirancang PT Witteveen Bos Indonesia, mengadopsi teknologi pertahanan air dari Belanda.
Sistem ini seharusnya menggabungkan tanggul tinggi, danau buatan, dan pompa untuk memproteksi kawasan dari air laut maupun curah hujan ekstrem. Pihak pengelola bahkan pernah mengibaratkan PIK2 sebagai "ember" yang airnya akan selalu disalurkan ke danau sebelum dipompa keluar.
Namun, genangan tinggi yang terjadi hari ini membuktikan adanya celah dalam sistem pertahanan tersebut. Banjir tidak hanya menghambat akses kendaraan di ruas jalan utama, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas bisnis di titik komersial. Bagi investor, insiden ini menjadi sentimen negatif yang mempertanyakan ketahanan infrastruktur jangka panjang di kawasan pesisir Tangerang tersebut.
Baca Juga: Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS
-
Rohis Pegadaian Wujudkan Satu Ketulusan Sejuta Kebermanfaatan: Distribusi 4.500 Paket Daging Kurban
-
Emiten MPMX Tebar Dividen Rp 170 per Saham
-
Memahami Pentingnya Layanan Keuangan Terdaftar dan Diawasi OJK
-
Jangan Salah, Angin Kencang Bisa Sebabkan Kabel Listrik Putus dan Picu Blackout
-
Indodax Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Aceh yang Terdampak Bencana
-
Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?
-
Resmi, Pemerintah Izinkan BLU Impor Minyak dan LPG
-
PT DSI Kendalikan Ekspor, ESDM Rampungkan Konsolidasi Data Pertambangan dengan Danantara