Suara.com - CEO Fenox Ventura Capital Anis Uzzaman mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi tempat ekosistem startup terbesar di Asia layaknya Silicon Valley di Amerika Serikat.
"Saya tidak akan terkejut bila dalam 3-5 tahun mendatang Indonesia menjadi Silicon Valleynya Asia," kata Anis yang memimpin perusahaan modal ventura asal Silicon Valley (Amerika Serikat) itu, di Jakarta, Selasa (23/8/2016), usai konferensi pers Startup World Cup Indonesia.
Silicon Valley merupakan daerah di AS yang terkenal karena di dalamnya dipenuhi dengan perusahaan-perusahaan berbasis teknologi dan menjadi ekosistem terbesar startup (para perintis).
Ia mengatakan, potensi Indonesia sangat besar mengingat jumlah penduduk yang sangat besar dengan sejumlah kondisi yang mendukung. Jumlah startup Indonesiapun, menurut dia, telah tumbuh pesat meski ia tidak mengetahui angka pastinya. Sejumlah startup Indonesia juga mencatatkan kisah sukses dan dikenal luas seperti go jek, tokopedia, traveloka dan lainnya.
Ia melihat saat ini, dorongan dan dukungan pemerintah Indonesia yang terus menerus untuk tumbuh dan kembangnya startup dibutuhkan. Contohnya, Indonesia langsung menyambut baik acara kompetisi para startup di dunia, Startup World Cup, dan menjadi salah satu negara dari 15 negara lainnya yang turut menyelenggarakannya.
"Bila pemerintah terus menyelenggarakan berbagai kompetisi seperti ini, hal ini akan menjadi pertumbuhan yang baik bagi startup," katanya.
Selain itu upaya pembangunan infrastruktur untuk jaringan internet oleh pemerintah saat ini juga menjadi hal yang positif bagi perkembangan startup.
Menurut dia, pekerjaan rumah bagi Indonesia saat ini adalah menciptakan iklim yang mampu mendorong tumbuhnya startup-startup lokal tersebut, bukan hanya pemerintah dan swasta namun juga masyarakat sehingga menjadi ekosistem yang baik.
Salah satu kendala di Indonesia, tambahnya, mewujudkan kampium startup di Asia adalah masih sedikit perusahaan-perusahaan pendanaan. "Saya kira hal ini perlu diselesaikan," katanya. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan