Suara.com - Samsung, pada Selasa (20/9/2016), mengumumkan mulai pekan ini gerai-gerai resminya di Amerika Serikat akan menyediakan gadget pengganti untuk sekitar sejuta unit Galaxy Note 7 yang telah dikembalikan oleh pengguna pada pekan lalu.
Ponsel pengganti itu akan dibekali aplikasi baru, berupa ikon baterai hijau, yang menunjukkan kepada pemilik ponsel bahwa baterai yang digunakan pada gadget tersebut tidak cacat atau mudah terbakar.
Sayangnya jumlah ponsel pengganti yang disediakan Samsung itu hanya berjumlah 500.000 unit, separuh dari jumlah yang telah diserahkan oleh pengguna di AS.
"Kami melakukan pengiriman sesuai janji, bergerak cepat untuk mengedukasi pelanggan tentang proses recall, dan menyediakan Note 7 baru," kata Tim Baxter, presiden Samsung Electronics America seperti dikutip Wall Street Journal.
Samsung juga tak mau memberitahukan kapan sisanya akan tersedia. Demikian juga tentang ketersediaan ponsel pengganti di negara lain, belum diinformasikan oleh Samsung.
Seperti yang diwartakan sebelumnya Samsung telah menarik kembali sekitar 2,5 juta unit Galaxy Note 7 di seluruh dunia. Penarikan kembali itu dilakukan karena ponsel itu mudah terbakar dan meledak saat digunakan.
Beberapa maskapai penerbangan dunia telah melarang pengguna ponsel itu di dalam pesawat mereka. Beberapa pengguna di Amerika Serikat juga melaporkan mengalami luka bakar karena Galaxy Note 7 mereka meledak saat sedang digunakan atau ketika disimpan di kantung celana.
Samsung sendiri telah meminta para pemilik Galaxy Note 7 untuk stop menggunakan gadget itu, mematikannya, dan mengembalikannya ke gerai Samsung terdekat.
Berita Terkait
-
Bocor Sebelum Rilis! Penampakan Galaxy Z Fold 8 Terungkap, Desain Lebih Lebar dan Kamera Baru
-
iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26 Ultra, Mana yang Cocok untuk Anda?
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
-
Samsung dan Google Luncurkan Kacamata Pintar AI: Era Baru Wearable Technology Dimulai
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital
-
vivo X Fold6 Rilis Akhir Juni 2026, Ini Spesifikasi dan Fitur Unggulannya