Suara.com - Smartphone Galaxy Note 7 boleh saja dikecam, dilarang oleh maskapai-maskapai penerbangan, dan bahkan dihentikan produksinya oleh Samsung. Tetapi bagi beberapa penggunanya di dunia, ponsel pintar itu tak semengerikan yang digambarkan oleh media-media.
Gil Olivia salah satunya. Perempuan yang bekerja sebagai konsultan risiko di San Francisco itu bahkan membandingkan Galaxy Note 7 dengan mobil Ferrari, karena desainnya yang indah dan teknologinya yang mutakhir.
Sama seperti Samsung Galaxy Note 7 yang produksinya dihentikan karena mudah meledak, Ferrari juga pernah menarik kembali mobilnya pada 2010 karena dilaporkan mudah terbakar.
"Saya punya Ferrari. Dan ya, Ferrari juga kadang-kadang terbakar," kata perempuan berusia 32 tahun itu kepada Reuters.
Saat diluncurkan pada awal Agustus, Galaxy Note 7, smartphone berlayar lengkung berukuran 5,7 inci dengan teknologi pemindai mata, diperkirakan akan mendongkrak posisi Samsung di pasar ponsel pintar premium.
Pada pada awal September, kurang dari dua pekan setelah ponsel pintar itu dijual pada 19 Agustus, Samsung mengumumkan menarik kembali 2,5 juta unit Galaxy Note 7 dari seluruh dunia dan menggantinya dengan unit-unit yang baru, yang diklaim lebih aman, pada akhir September.
Pada pekan ini, sayangnya, Samsung memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan ponsel tersebut. Masalah yang tadinya dikira sudah diatasi, muncul lagi pada unit-unit pengganti.
Tetapi uniknya, ketika Samsung meminta agar para pengguna memulangkan ponsel-ponsel karena khawatir bisa membahayakan nyawa mereka, beberapa pelanggan justru tak khawatir.
Josh Dickey, seorang jurnalis pada situs berita teknologi Mashable, menulis bahwa ia tidak akan mengembalikan Galaxy Note 7 miliknya. Menurut dia, peluangya disambar petir dua kali lebih besar ketimbang ponselnya terbakar.
Memang, baru ada sekitar 90an laporan tentang terbakarnya Galaxy Note 7 di dunia.
Bukan hanya Olivia dan Dickey, beberapa pemilik Galaxy Note 7 di negara lain juga enggan mengembalikan gadget yang baru dibeli itu.
"Masalahnya, tak ada ponsel lain yang saya sukai," kata Jo Hyang-won (32) asal Korea Selatan.
Meski demikian Verizon Communication Inc, salah satu mitra peritel Samsung di AS, mengatakan banyak pengguna Galaxy Note 7 yang menukar ponsel mereka.
Berita Terkait
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pre-Order Samsung Galaxy Fold8 Pakai Kartu Debit BRI, Dapatkan Potongan Hingga Rp4 Juta!
-
Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z
-
3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan
-
Galaxy Watch9 dan Galaxy Watch Ultra2 Dorong Adopsi Samsung Health, Pengguna Aktif Tembus 2,5 Juta
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan