Tekno / Internet
Jum'at, 11 November 2016 | 15:38 WIB
Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump [AFP/Mandel Ngan/Saul Loeb]

Suara.com - Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg, membantah pihaknya ikut berkontribusi terhadap kemenangan Donald Trump di pemilu presiden Amerika Serikat, dengan tidak menghapus berita-berita bohong yang beredar di news feed.

Menurut Zuckerberg, Facebook tidak bertanggung jawab atas pemikiran para pemilih Trump.

Berbagai berita palsu tentang kedua kandidat menjadi viral di Facebook, namun lebih banyak yang menyerang Hillary Clinton, lawan Trump.

Publik AS mengambinghitamkan Facebook sebagai salah satu biang keladi kekalahan Clinton.

Mereka menganggap langkah Facebook tidak menghapus pemberitaan-pemberitaan buruk perihal Clinton ikut mempengaruhi pemilih AS.

"Secara personal, saya pikir pemikiran yang menganggap kabar palsu di Facebook--yang hanya memiliki porsi kecil dibandingkan seluruh konten kami--ikut mempengaruhi pemilu adalah sesuatu yang cukup gila," kata Zuckerberg merespons hal itu, saat hadir di konferensi Techonomy, seperti dikutip dari CNN Money, Jumat (11/11/2016).

"Saya rasa, mereka yang menganggap berita palsu sebagai satu-satunya dasar orang dalam memilih, sangat kekurangan rasa empati," lanjutnya.

Sebuah studi terbaru dari Pew Research Center mengungkapkan, sebanyak 20 persen dari pengguna media sosial dapat berubah sikap terhadap isu sosial dan politik karena materi-materi yang mereka lihat di dalamnya. (CNN)

Load More