Suara.com - PT XL Axiata Tbk (XL) meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan 4G LTE dengan mulai menjajaki penerapan teknologi modulasi 4x4 MIMO 256 QAM (Quadrature Amplitude Modulation). Teknologi ini meningkatkan kecepatan sebesar 30% di atas teknologi 4x4 MIMO yang sudah diterapkan oleh XL saat ini.
Untuk lebar spektrum yang sama, yakni 20MHz, kecepatannya bisa menembus lebih dari 360 Mbps. XL meyakini, pada layanan 4G LTE, kecepatan dan kapasitas yang semakin baik akan memperbesar manfaat positif layanan 4G bagi pelanggan dan masyarakat penggunanya.
"Di 2016 demand handset 4G semakin tinggi dan tingginya trafik sekarag pun lebih didominasi layanan 4G," ujar VP Network Planning & Development XL, Budi Harjono saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (12/1/2017).
Menurut VP LTE Rahmadi Mulyohartno, jumlah data yang digunakan pelanggan terus naik dan kita memaksimalkan frekuensi yang kita miliki.
"Oktober lalu kecepatannya mencapai 280 Bbps dan sekarang 370Mbps. Kita menginginkan efisiensi spektrum," katanya.
Penambahan kecepatn tersebut merupakan keunggulan yang bisa XL dapatkan dari penerapan teknologi modulasi 256 QAM, yakni peningkatan kapasitas dan peningkatan kecepatan downlink akses hingga 30% dengan lebar pita spektrum yang sama.
Perbedaan teknologi ini dengan MIMO 4x4 (4T4R) yang telah diimplementasikan oleh XL adalah pada teknologi modulasi yang digunakan yaitu 256 QAM. Teknologi kali ini mengalami upgrade software.
Penerapan teknologi modulasi 256 QAM ini kini sedang dalam persiapan, dan akan diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan akan kapasitas dan kualitas layanan ke pelanggan.
Dalam persiapan ini, XL didukung pula oleh Ericsson. XL sudah mulai menerapkan teknologi 4.5G 4x4 MIMO di Jabodetabek, Bandung, DIY dan Jawa Tengah, Surabaya, dan Denpasar.
Baca Juga: Pembunuh Puspo Arum Ternyata Ikut Melayat dan Tahlilan?
Penerapan sejumlah teknologi mutakhir untuk meningkatkan kualitas layanan 4G tersebut memberikan hasil, antara lain berupa terus meningkatnya trafik layanan 4G oleh pelanggan XLsepanjang 2016. Jika pada Juni 2016 trafik sekitar 107 TB per hari, maka terus meningkat menjadi 605 TB di Desember 2016.
Berita Terkait
-
Didorong Medsos, Penggunaan Data Liburan Akhir Tahun XL Melonjak
-
Amankan Layanan Akhir Tahun, XL Tingkatkan Kapasitas Jaringan
-
Permudah Komunikasi Luar Negeri, XL Luncurkan Paket Roaming Combo
-
Libur Natal dan Tahun Baru, XL Prediksi Lonjakan Trafik Naik 20%
-
Animo Melonjak, XL Buka Pusat Layanan Khusus Pascabayar
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
6 HP Warna Oranye Mirip iPhone 17 Pro yang Stylish dan Lebih Terjangkau
-
Redmi Note 15 SE Debut 2 April 2026: Harga Diprediksi Lebih Murah, Usung Baterai Jumbo
-
Peningkatan Harga PS5 Bikin Gamer Panik, Stok Konsol Menipis
-
Bocoran Realme C100 5G dan C100i 4G! Layar 144Hz dan Baterai 7.000mAh Siap Guncang HP Murah
-
Nuon Siap Kuasai Pasar 175 Juta Gamer dengan Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Garmin Approach G82, GPS Golf dengan Layar Terbesar dan Radar Canggih Bikin Permainan Makin Presisi
-
37 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 April 2026, Peluang Dapat 9.999.999 FC Points
-
56 Kode Redeem FF Terbaru 1 April 2026, Ada Bundle Panther dan Pirate Gratis
-
Terpopuler: Cara Mengatasi WhatsApp Pending, Rekomendasi HP Infinix Kamera Resolusi Tinggi
-
Update Harga PS5 2026, Naik Imbas Krisis RAM Global