Suara.com - Dalam 10 tahun terakhir, penjualan hardware dan software game di Jepang terus menurun. Padahal, Jepang selama ini dikenal sebagai negara produsen game terbesar.
Dari data yang dihimpun Dengeki Online, penjualan konsol dan handheld musim panas tahun ini turun 24,1 persen menjadi 14,2 miliar yen dibandingkan tahun lalu.
Selain dari segi perangkat, penjualan game juga menurun drastis. Tercatat, penjualan game turun 21,1 persen menjadi 25 miliar yen.
Dengenki Online menyebutkan, pasar video game musim panas di Jepang mencapai puncaknya pada tahun 2007 sebesar 113,4 miliar yen.
Mengapa sebuah negara yang terkenal dengan industri game-nya bisa mengalami penurunan? Beberapa gamer memiliki beberapa pendapat terkait fenomena tersebut.
"Kejadian tersebut adalah penurunan yang luar biasa. Orang Jepang mulai mengabaikan PlayStation (PS) 4 dan Switch. Smartphone lebih sesuai dengan orang Jepang," ungkap seorang gamer.
"Semua orang lebih menyukai bermain game dengan platform Steam ketimbang di konsol," jelas gamer yang lain.
Kendati mengalami penurunan di Jepang, penjualan PS 4 dan Switch terhitung cukup baik di negara lain. Sejauh ini, PS 4 telah terjual lebih dari 60 juta unit sejak diluncurkan lebih dari tiga tahun yang lalu.
Baca Juga: Mau Merasakan Main Tetris di Game Boy Terbesar di Dunia?
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan