Suara.com - Salah satu fitur bermanfaat di WhatsApp adalah pesan suara. Sayangnya, fitur ini agak repot ketika digunakan karena jari pengguna harus menahan tombol saat merekam suara.
Jika jari Anda terselip, makan rekaman suara otomatis terhenti.
Ditemukan pertama kali oleh WABetaInfo, WhatsApp dikabarkan sedang melakukan eksperimen agar fitur pesan suara menjadi lebih bersahabat. Nantinya, fitur ini akan mempermudah pengiriman pesan suara.
Alih-alih menahan tombol untuk merekam suara, nantinya pengguna hanya perlu menekan tombol slide untuk masuk mode rekaman. Setelahnya, pengguna akan mendapatkan opsi mengunci untuk merekam suara.
Dengan fitur baru tersebut, pengguna tidak perlu lagi menahan jari mereka pada tombol rekam. Hal tersebut akan mempermudah pencarian teks percakapan untuk mendapatkan informasi.
Jika Anda merasa tidak puas dengan hasil rekaman, opsi cancel dapat dipilih untuk membatalkan rekaman. Tombol cancel dapat Anda temukan di dalam kotak percakapan.
Sayangnya, WABetaInfo menunjukkan bahwa mengetik pesan atau melihat foto dan video tidak akan mungkin dilakukan saat pengguna berada dalam mode perekaman suara.
Fitur tersebut saat ini sedang diuji oleh WhatsApp di beberapa pengguna. Sejauh ini, tidak ada berita tentang kapan WhatsApp akan menggulirkan fitur ini ke semua pengguna.
Baca Juga: Pesan yang Sudah Dihapus di WhatsApp Masih Bisa Terlihat
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan