Kami ingin mengetahui apakah lokasi seorang pengguna bisa diidentifikasi hanya dengan menggunakan sensor-sensor yang tidak memerlukan izin pengguna. Rute yang ditempuh seorang pengemudi, misalnya, bisa disederhanakan menjadi serangkaian belokan, masing-masing dalam arah tertentu dan dengan sudut tertentu. Dengan aplikasi lain, kami menggunakan kompas ponsel untuk mengamati arah perjalanan seseorang. Aplikasi itu juga menggunakan giroskop ponsel, mengukur urutan sudut-sudut belokan rute yang ditempuh pengguna. Sedangkan akselerometer menunjukkan apakah pengguna berhenti atau berjalan.
Dengan mengukur urutan belokan, lalu merangkai semuanya sebagai perjalanan seseorang, kami bisa membuat peta pergerakannya. (Dalam penelitian kami, kami mengetahui kota di mana kami melacak orang. Tapi pendekatan yang sama bisa dipakai untuk mencari tahu di kota mana seseorang berada.)
Bayangkan kami mengamati seseorang di Boston yang menuju barat daya, berbelok 100 derajat ke kanan, membuat putaran U tajam ke kiri menuju barat daya, berbelok sedikit ke kanan, terus lurus,lalu mengikuti sedikit lengkungan ke kiri, berbelok cepat ke kanan, berguncang-guncang naik turun lebih dari biasanya di sebuah jalan, berbelok 55 derajat ke kanan, dan berbelok 97 derajat ke kiri, lalu mengikuti sedikit lengkungan ke kanan sebelum berhenti.
Kami mengembangkan algoritme untuk mencocokkan pergerakan itu dengan sebuah peta digital jalanan kota di mana pengguna itu berada, dan menentukan rute mana yang paling mungkin ditempuh orang yang bersangkutan. Pergerakan itu bisa mengidentifikasi sebuah rute mengemudi dari Fenway Park, menyusuri Back Bay Fens, melewati Museum of Fine Arts dan tiba di Northeastern University.
Kami bahkan bisa menyempurnakan algoritme kami untuk menggabungkan informasi tentang lengkungan di jalan dan batas kecepatan untuk mempersempit opsi. Kami memproduksi hasil-hasil kami dalam sebuah daftar kemungkinan jalan dengan pemeringkatan menurut kemungkinan algoritme menganggap hasil-hasil itu sesuai dengan rute sesungguhnya. Sering kali, di sebagian besar kota yang kami jadikan percobaan, jalan sesungguhnya yang ditempuh seorang pengguna tercakup dalam item 10 besar di daftar.Penyempurnaan data peta, pembacaan sensor dan pencocokan algoritme bisa meningkatkan secara substansial akurasi kami. Sekali lagi, jenis kemampuan ini bisa ditambahkan pada aplikasi apa pun oleh pengembang jahat, memungkinkan aplikasi yang tampak tidak mencurigakan mengintai para pengguna mereka.
Kelompok penelitian kami terus menyelidiki bagaimana serangan side-channel bisa digunakan untuk mengungkapkan beragam informasi pribadi. Misalnya, dengan mengukur gerakan sebuah ponsel ketika pemiliknya sedang berjalan bisa diketahui berapa umur orang itu, apakah dia laki-laki (dengan ponsel di saku) atau perempuan (biasanya dengan ponsel di dompet), atau bahkan informasi kesehatan terkait sekokoh apa dia berdiri atau sesering apa dia tersandung. Kami mengasumsikan ada lebih banyak yang bisa diungkapkan ponsel Anda berkat pengintaian—dan kami berharap bisa mengetahui apa, dan bagaimana, atau melindungi dari aksi mata-mata semacam itu.
Untuk pencegahan, kami mengembangkan mekanisme yang bisa memberi pengguna ponsel akses untuk memantau apa yang sedang dilakukan aplikasi (misalnya, kapan dan bagaimana mereka mengakses sensor) dan mengendalikan informasi apa dan kapan aplikasi itu mengaksesnya.
Kami harap kami bisa meluncurkan sistem itu segera. Sementara itu, rekomendasi dasar kami bagi para pengguna adalah untuk menghindari menginstal aplikasi dari sumber yang tidak Anda percayai dan menghapus aplikasi ketika Anda tak lagi membutuhkannya.
Artikel ini sudah pernah ditayangkan di The Conversation.
Berita Terkait
-
5 Rekomendasi Smartband dengan GPS, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
5 Smartwatch 2 Jutaan dengan GPS Akurat dan Fitur Rasa Mahal
-
6 HP di Bawah Rp1,5 Juta untuk Kurir Paket, Awet Dipakai Navigasi GPS Seharian
-
4 Rekomendasi HP dengan GPS Akurat dan Tahan Banting untuk Driver Online, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Smartwatch GPS dengan Baterai Tahan Lama, Aman Dipakai setiap Hari
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
5 Rekomendasi Smart TV LG Mulai Rp2 Jutaan, Layar Lebar 32-50 Inci
-
49 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Aktif Februari 2026: Klaim Pemain Ramadan 113-117
-
5 Tablet Murah dengan RAM 8 GB dan Layar Lebar Mulai Rp1 Jutaan, Cocok buat Streaming
-
Bocoran Harga Infinix Note 60 Ultra: Bawa Chip Kencang dan Layar Sekunder
-
Muslim Pro Resmi Hadir di MyTelkomsel, Telkomsel Luncurkan Paket Bundling Spesial Ramadan 2026
-
Bocoran 3 Produk Futuristik Apple: Ada Kacamata Pintar, AirPods Berkamera, dan Liontin AI
-
5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
-
5 HP Murah RAM 8 GB Memori 256 GB, Performa Ngebut Mulai Rp900 Ribuan
-
5 HP dengan Stabilizer Kamera Terbaik: Video Tidak Goyang, Cocok untuk Ngonten
-
67 Kode Redeem FF Aktif Hari Ini 18 Februari 2026: Ada Skin Trogon, Diamond, dan Emote