Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), pada Rabu (30/5/2018), mengaku sudah memblokir 3.195 konten radikal di berbagai platform media sosial di Indonesia selama 10 hari terakhir.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan bahwa ribuan konten radikal di Facebook, Instagram, YouTube, dan Telegram itu diblokir memanfaatkan teknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan.
Rosarita juga mengatakan bahwa Kominfo telah memblokir 800.000 akun media sosial pada tahun lalu. Meski tidak semua berkaitan dengan konten terorisme.
"Mayoritas kalau yang tahun lalu masalah pornografi. Tapi yang terorisme dan sebagainya juga cukup banyak," kata Rosarita di Gedung Kementrian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat.
Rosarita menjelaskan saat ini beberapa media sosial lebih responsif terhadap permintaan atau peringatan dari Kemkominfo terkait konten-konten negatif. Alasannya karena pemerintah saat ini lebih serius dalam memberikan sanksi.
"Beberapa waktu lalu Kemkominfo menutup Telegram karena abaikan surat dari Pak Menteri. Setelah ditutup mereka kemudian baru datang ke Indonesia. Dengan platform yang lain begitu diberi peringatan ya mereka langsung hapus dan blokir," jelasnya.
Pemerintah memang sedang gencar menyisir konten-konten radikal media-media sosial, terutama sejak tragedi kerusuhan narapidana teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok serta bom bunuh diri di tiga gereja dan di kantor polisi di Surabaya pada awal Mei ini.
Berita Terkait
-
Buku Itu Dibaca Isinya, Bukan Cuma untuk Menghias Feed Instagram Biar Kelihatan Keren
-
Stop Bandingin Hidupmu sama Postingan Orang: Capek Tau FOMO Terus!
-
PP Tunas 2026: Bahaya Algoritma Media Sosial untuk Anak, Ini Alasan Regulasi Jadi Penting
-
Stop Making Stupid People Famous! Krisis Role Model di Media Sosial
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Xiaomi Smart Steam Air Fryer 7L Siap Rilis, Kontrol Memasak Canggih lewat HyperOS
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug
-
HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah
-
Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini
-
Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat
-
Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir
-
75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94
-
Terpopuler: 7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Tecno Siap Rilis HP Murah Mirip iPhone
-
7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag
-
Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?