Tekno / Internet
Kamis, 08 Januari 2026 | 10:15 WIB
Ilustrasi AI atau Artificial Intelligence. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Konten berbasis AI diprediksi membanjiri medsos mulai tahun 2026, mengubah cara produksi dan distribusi konten secara signifikan.
  • Adopsi AI tanpa pemahaman memadai berpotensi menimbulkan masalah etika, penyalahgunaan, dan misinterpretasi sebagai jalan pintas.
  • AICO meluncurkan buku "Cara Bikin Konten AI" sebagai panduan praktis pemanfaatan AI secara optimal dan bertanggung jawab.

Suara.com - Tren konten berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diprediksi bakal membanjiri media sosial (medsos) di tahun 2026.

Co-Founder AICO, Tommy Teja bercerita kalau selama beberapa tahun terakhir, AI semakin masif digunakan di hampir seluruh lini produksi konten.

Mulai dari mencari ide, menulis naskah, menciptakan visual dan video hiper-realistis, hingga mendistribusikan konten dalam skala besar dengan kecepatan yang nyaris mustahil dicapai manusia.

"Perubahan ini menggeser cara kreator, media, dan pelaku usaha dalam bekerja, membuka peluang efisiensi, kreativitas tanpa batas, serta model produksi konten yang sama sekali baru," katanya, dikutip dari siaran pers, Kamis (8/1/2026).

Namun di balik euforia tersebut, laju adopsi AI juga menyimpan bom waktu. Rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman publik tentang cara kerja dan batasan AI, hingga potensi penyalahgunaan teknologi dan persoalan etika mulai menjadi bayang-bayang serius di ekosistem digital.

Menurutnya, apabila tidak ada pemahaman yang memadai, AI berisiko disalah artikan sebagai jalan pintas instan, bukan alat strategis yang harus digunakan secara bertanggung jawab.

Inilah yang membuat diskursus seputar konten AI menjadi semakin krusial, bukan hanya untuk dibahas, tetapi untuk diedukasi secara kritis.

Berangkat dari sana, AICO memperkenalkan buku berjudul Cara Bikin Konten AI. Ini adalah sebuah panduan praktis yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam proses pembuatan konten.

Buku ini menyasar kreator konten, pekerja media, pelaku UMKM, pelajar, marketer, hingga masyarakat umum yang ingin beradaptasi dengan ekosistem konten digital modern.

Baca Juga: Lebih Baik Baca Buku daripada Membaca Hasil AI

Co-Founder AICO, Tommy Teja. [AICO]

Disusun secara aplikatif, buku ini membahas alur pembuatan konten dari ide hingga produk akhir, dilengkapi dengan studi workflow serta pemanfaatan berbagai tools AI populer.

Ia memperkirakan mulai 2026 nanti, konten berbasis Artificial Intelligence akan semakin mendominasi ekosistem media sosial. Ini juga seiring algoritma platform yang kini sudah dipenuhi dan dipengaruhi oleh konten AI.

“Kreator yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal. Padahal, AI justru membuka peluang besar karena mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses kerja, dan tetap menghasilkan konten yang menarik, realistis, serta relevan, bahkan memungkinkan integrasi brand secara lebih kreatif,” ujar Tommy.

Maka dari itu, kehadiran buku Cara Bikin Konten AI merupakan bentuk komitmen AICO dalam mendampingi masyarakat Indonesia menghadapi perubahan tersebut.

“Kami ingin membantu UMKM, kreator konten, hingga individu dari berbagai latar belakang profesi agar mampu memanfaatkan AI secara optimal dan bertanggung jawab. Melalui buku ini, kami merancang formula pembelajaran yang praktis dan mudah diikuti, mulai dari buku fisik, rangkuman tools, QR menuju video tutorial, hingga akses praktik langsung. Tujuannya sederhana, agar siapa pun bisa mewujudkan ide dan imajinasi mereka menjadi konten nyata dengan bantuan AI,” jelasnya.

Load More