- Konten berbasis AI diprediksi membanjiri medsos mulai tahun 2026, mengubah cara produksi dan distribusi konten secara signifikan.
- Adopsi AI tanpa pemahaman memadai berpotensi menimbulkan masalah etika, penyalahgunaan, dan misinterpretasi sebagai jalan pintas.
- AICO meluncurkan buku "Cara Bikin Konten AI" sebagai panduan praktis pemanfaatan AI secara optimal dan bertanggung jawab.
Suara.com - Tren konten berbasis teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diprediksi bakal membanjiri media sosial (medsos) di tahun 2026.
Co-Founder AICO, Tommy Teja bercerita kalau selama beberapa tahun terakhir, AI semakin masif digunakan di hampir seluruh lini produksi konten.
Mulai dari mencari ide, menulis naskah, menciptakan visual dan video hiper-realistis, hingga mendistribusikan konten dalam skala besar dengan kecepatan yang nyaris mustahil dicapai manusia.
"Perubahan ini menggeser cara kreator, media, dan pelaku usaha dalam bekerja, membuka peluang efisiensi, kreativitas tanpa batas, serta model produksi konten yang sama sekali baru," katanya, dikutip dari siaran pers, Kamis (8/1/2026).
Namun di balik euforia tersebut, laju adopsi AI juga menyimpan bom waktu. Rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman publik tentang cara kerja dan batasan AI, hingga potensi penyalahgunaan teknologi dan persoalan etika mulai menjadi bayang-bayang serius di ekosistem digital.
Menurutnya, apabila tidak ada pemahaman yang memadai, AI berisiko disalah artikan sebagai jalan pintas instan, bukan alat strategis yang harus digunakan secara bertanggung jawab.
Inilah yang membuat diskursus seputar konten AI menjadi semakin krusial, bukan hanya untuk dibahas, tetapi untuk diedukasi secara kritis.
Berangkat dari sana, AICO memperkenalkan buku berjudul Cara Bikin Konten AI. Ini adalah sebuah panduan praktis yang dirancang untuk membantu masyarakat memahami dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab dalam proses pembuatan konten.
Buku ini menyasar kreator konten, pekerja media, pelaku UMKM, pelajar, marketer, hingga masyarakat umum yang ingin beradaptasi dengan ekosistem konten digital modern.
Baca Juga: Lebih Baik Baca Buku daripada Membaca Hasil AI
Disusun secara aplikatif, buku ini membahas alur pembuatan konten dari ide hingga produk akhir, dilengkapi dengan studi workflow serta pemanfaatan berbagai tools AI populer.
Ia memperkirakan mulai 2026 nanti, konten berbasis Artificial Intelligence akan semakin mendominasi ekosistem media sosial. Ini juga seiring algoritma platform yang kini sudah dipenuhi dan dipengaruhi oleh konten AI.
“Kreator yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal. Padahal, AI justru membuka peluang besar karena mampu menekan biaya produksi, mempercepat proses kerja, dan tetap menghasilkan konten yang menarik, realistis, serta relevan, bahkan memungkinkan integrasi brand secara lebih kreatif,” ujar Tommy.
Maka dari itu, kehadiran buku Cara Bikin Konten AI merupakan bentuk komitmen AICO dalam mendampingi masyarakat Indonesia menghadapi perubahan tersebut.
“Kami ingin membantu UMKM, kreator konten, hingga individu dari berbagai latar belakang profesi agar mampu memanfaatkan AI secara optimal dan bertanggung jawab. Melalui buku ini, kami merancang formula pembelajaran yang praktis dan mudah diikuti, mulai dari buku fisik, rangkuman tools, QR menuju video tutorial, hingga akses praktik langsung. Tujuannya sederhana, agar siapa pun bisa mewujudkan ide dan imajinasi mereka menjadi konten nyata dengan bantuan AI,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Lebih Baik Baca Buku daripada Membaca Hasil AI
-
Dari Fotokopi ke AI: Mengapa Kecurangan Skripsi Terus Hidup di Tiap Zaman?
-
Senjata AI Asus di CES 2026: Zenbook, ProArt, hingga Copilot+ PC
-
Acer Predator & Nitro Generasi Baru Resmi Meluncur, Siap Libas Game AAA 2026
-
Cristiano Ronaldo Investasi AI, Lionel Messi Ketinggalan Zaman Akui Tak Pernah Pakai ChatGPT
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Poster Resmi Motorola Edge 70 Fusion Ungkap Fitur Kamera Sony Terbaru
-
68 Kode Redeem FF Terbaru Update 23 Februari, Sikat 90 Diamond dan Skin Panther!
-
Nintendo Switch Disita, Viral Bocah 11 Tahun Tembak dan Bunuh Sang Ayah
-
5 Rekomendasi HP yang Ada Foto Live Terbaik, Mulai Rp2 Jutaan
-
5 Rekomendasi HP Vivo Layar Besar dengan Panel Tajam dan Refresh Rate Tinggi
-
Video Unboxing Samsung Galaxy S26 Ultra Muncul: Fitur Kamera dan Skor AnTuTu Terungkap
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Infinix Note 60 Pro, HP Midrange dengan Matrix Display
-
Kebangkitan Rayman Dimulai, Ubisoft Janjikan Game Baru Setelah Edisi Ulang Tahun
-
Adu HP Kelas Premium: Xiaomi 17 Pro Max Sanggup Bikin iPhone 17 Pro Max Ketar-Ketir?
-
Bocoran Vivo V70 FE: Kamera 200MP, Baterai 7000mAh, Update 6 Tahun, Rilis 28 Februari?