Suara.com - Google kembali melanjutkan seri doodle 32 negara tim peserta Piala Dunia 2018 dengan menampilkan arti sepakbola bagi para senimannya. Di hari ke-13 ini, doodle menampilkan delapan tim dari Grup C dan D yaitu Prancis, Denmark, Australia, Peru, Kroasia, Nigeria, Islandia, dan Argentina.
Seniman doodle dari masing-masing negara menggambarkan budaya sepakbola di negaranya dan apa yang membuat olahraga itu unik bagi mereka. Helen Li menggambarkan salah satu binatang khas yang menggemaskan, koala yang tengah menjadi penjaga gawang.
Doodle juga memperlihatkan pemain sepakbola di Australia tidak hanya dilakukan oleh kaum adam. Pasalnya, tim sepakbola perempuan Australia termasuk yang paling disegani karena prestasinya. Untuk itu, doodle memperlihatkan para pemain sepakbola yang tidak hanya lelaki tapi juga perempuan.
Kemudian, Helene Leroux dari Prancis mengatakan, sepakbola adalah sesuatu yang telah ada di hati bangsa Prancis sejak kecil. Doodle yang dibuatnya memperlihatkan keceriaan anak-anak Prancis yang bermain sepakbola.
Foto: Google Doodle Timnas Prancis. [Google]
Sementara itu, menurut Yinfaowei Harrison dan Ifesinachi Orjiekwe dari Nigeria, sepakbola memiliki arti lebih dari sekadar permainan. Sepakbola di negaranya adalah cinta dan yang lebih penting adalah cara hidup. Hanya sepakbola yang dapat membawa orang-orang dari berbagai suku dan kelompok etnis bersama di bawah satu atap.
Foto: Google Doodle Timnas Nigeria. [Google]
Baca Juga: Keren... Bocah Ini Sabet Juara Kontes Google Doodle
Sedangkan seniman asal Kroasia, Vedran Klemens memperlihatkan bangunan-bangunan bersejarah, salah satunya benteng Dubrovnik dan juga Martin yang merupakan hewan ikonik dari negara tersebut.
Foto: Google Doodle Timnas Kroasia. [Google]
Ada juga Gaston Pacheco asal seniman Argentina, mengatakan sepakbola adalah olahraga yang paling populer dan paling digemari di negaranya. Dan doodle dari Peru dibuat oleh Andrea Galecio yang didominasi oleh warna hijau pegunungan.
Sementara Islandia dibuat Siggi Eggertsson dan Rune Fisker yang membuat doodle untuk Timnas Denmark.
Kedelapan Google doodle hari ini merupakan negara-negara yang ada di Grup C, dengan Australia yang akan menghadapi Peru, sementara Denmark akan menghadapi Prancis pada.
Sedangkan Grup D, Nigeria akan menghadapi Argentina, sedangkan Islandia akan menghadapi Kroasia pada Rabu dini hari (27/6/2018).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Yel-yel Regu Tulip di Jamnas 2026 Viral, Ghea Indrawari Nyanyikan Live!
-
Robot Humanoid Mulai Merambah Dealer Otomotif Indonesia
-
Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Ahmad Sodiq Ditahan KPK
-
Inovasi Terbaru Kecantikan Wajah, Volulift 2.0 Resmi Diperkenalkan
-
Paradoks Jajanan SD versus MBG: Mengapa Proyek Besar Justru Rawan Keracunan?
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta