Suara.com - Selama gelaran Piala Dunia 2018, tampilan Google Doodle akan terus berubah. Memasuki hari kesebelas, Minggu (24/6/2018), Google Doodle dihiasi oleh tarian khas dari enam negara kontestan yang berlaga hari ini.
Enam negara kontestan yang ditampilan di Google Doodle kali ini antara lain Inggris, Panama, Jepang, Senegal, Polandia dan Kolombia.
Dalam Google Doodle Kolombia misalnya, dihiasi oleh penari Cumbia, tarian khas negara tersebut. Tampak, seorang penari Cumbia yang tersenyum di Doodle tersebut.
Google Doodle ini dibuat oleh seniman asal Kolombia, Diego Cadena Bejarano. Menurutnya, Piala Dunia adalah waktu bagi semua orang berkumpul bersama dan semua perbedaan pun dipinggirkan.
"Sepak bola membantu kita melupakan sejenak kesulitan yang dialami negara ini dan itu membantu kita menatap masa depan yang lebih cerah," ujarnya.
Lain lagi dengan Google Doodle Panama yang dihiasi kemeriahan para pendukung dengan pakaian yang berwarna terang. Selain itu juga terdapat sepasang penari El Punto, khas negara tersebut, keduanya tengah berdansa.
Di Google Doodle Senegal menampilkan sebuah bus yang dipenuhi para pendukung. Tidak ketinggalan, terlihat para pemain musik asyik menabuhkan genderang sebagai bentuk dukungan yang mengenakan pakaian dengan warna semarak.
Baca Juga: Google Doodle Piala Dunia Hari ke-8, Berhias Satwa Ikonik
Seniman asal Senegal, Pamplemus, melihat makna spesial sepak bola di negaranya.
"Kami mendukung tim negara kami dengan semangat," katanya.
Dia menambahkan, sekumpulan masyarakat biasanya bermain sepak bola dengan teman-teman dekatnya di sore hari saat mereka berada di pantai.
Selain itu, seniman asal Inggris, Celyn Brazier, mengatakan sepak bola dapat menyatukan warga yang datang dari berbagai latar belakang.
"Pada momen terbaik, sepak bola dapat mewakilkan orang dari berbagai latar belakang dan etnis untuk berkumpul di pub," katanya.
Sementara menurut seniman asal Jepang, Shinji Tsucimochi mengatakan, sepak bola adalah mimpi sebagian besar anak-anak.
"Sepak bola biasa digunakan untuk tema di komik dan kartun. Anak-anak bermain sepak bola untuk menjadi pahlawan nasional suatu hari nanti," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
21 Orang Pembawa Bom Molotov Jelang Demo Bundaran HI Bukan Mahasiswa
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sentuh Level Berbahaya
-
Bos Bali United Bongkar Alasan Gelontorkan Dana Segini Demi Rekrut Anak John Herdman
-
UPH Festival 2026 Ditutup, Mahasiswa Baru Diajak Menemukan Panggilan dan Membawa Dampak
-
BRImo Beri Cashback 30 Persen Pembelian Tiket JCO Run 2026, Segera Klaim Sekarang!
-
Duduk Seharian di Depan Layar? Ini Cara agar Tetap Aktif Tanpa Harus ke Gym
-
Fathimah Azzahra Semprot Polisi di Plaza UOB: Jangan Provokasi Massa dengan Mobil Komando!
-
Anggaran Subsidi Energi Naik di RAPBN 2027, Program B50 Dinilai Belum Sukses
-
Yaqut Tantang KPK Buktikan Soal Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Kuota Haji
-
Ada Demo Mahasiswa, Pengguna Transjakarta Harap Simak! Koridor 1 hingga Rute 9D Alami Perubahan