Suara.com - Para ilmuwan dan desainer telah menciptakan sebuah fon bernama Sans Forgetica, yang dirancang untuk membantu orang lebih mudah mengingat atau menghafal apa yang baru saja mereka baca.
Fon itu dirancang desainer typografis dan psikolog dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University di Australia berdasarkan teori serta prinsip-prinsip desain yang berhubungan dengan daya ingat manusia.
Prinsip itu dikenal dengan nama desirable difficulty atau kesukaran yang disengaja. Dalam fon itu para ilmuwan sengaja memasukkan elemen-elemen yang menggangu, sehingga memaksa orang berusaha lebih keras untuk membaca dan menyimpan informasi.
Dengan kata lain, seseorang akan lebih susah dan butuh waktu lebih lama ketika membaca teks yang ditulis menggunakan fon Sans Forgetica. Tetapi setelah membaca informasi yang dibaca akan lebih mudah diingat.
Dalam menciptakan fon itu, para ilmuwan dari RMIT melibatkan 400 mahasiswa. Para mahasiswa itu diminta untuk membaca teks yang ditulis dalam beragam fon. Setelah itu mereka diuji untuk mengetahui teks dalam fon apa yang paling mereka ingat.
Kunci Sans Forgetica "terletak pada gangguan-gangguan yang dimasukkan sehingga bisa memperkuat daya ingat," kata Janneke Blijlevens salah satu ilmuwan yang ikut merancang fon itu.
Blijlevens mengatakan fon baru itu bisa dimanfaatkan oleh para pelajar atau mahasiswa yang akan mengikuti ujian. Kabar baiknya adalah fon Sans Forgetica bisa Anda unduh secara gratis di sini.
Selamat mencoba!
Berita Terkait
-
Membaca Adalah Olahraga Otak: Cara Alami Tingkatkan Daya Ingat dan Fokus
-
Jaga Kesehatan Otak dan Memori dengan 7 Aktivitas Sederhana Ini
-
Bukan Sekadar Hiburan: Membaca Novel Bisa Asah Daya Ingat dan Sehatkan Otak
-
Olahraga Tingkatkan Daya Ingat? Ini Fakta Studi Terbaru!
-
Cara Menyalurkan Bakat Anak yang Suka Coret-coret
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan