Suara.com - Polusi udara sebagai akibat dari banyaknya jumlah kendara bermotor dan industri tak dapat dihindarkan. Sebuah start-up asal New Delhi yang bernama Kurin Systems mencoba mengatasinya dengan tower pembersih udara terbesar di dunia.
Tingkat PM10 yang berada di India telah mencapai batas tanda bahaya di angka 700. PM10 merupakan partikel udara yang lebih kecil dari 10 mikron.
Baca Juga : Real Face, Topeng Super Realistik dengan Teknologi Unik
Nilai Ambang Batas (NAB) atau batas konsentrasi polusi udara maksimal yang diperbolehkan dalam PM10 adalah berada pada kisaran 150. Jika melebihi itu, maka udara yang dihirup akan berdampak buruk bagi tubuh.
Di Jakarta sendiri, nilai PM10 sudah mencapai angka 80 an yang berarti sedikit lagi di kisaran angka 100. Jika sudah berada di kisaran angka 100, maka udara digolongkan menjadi udara tidak sehat.
Berangkat dari masalah yang sangat pelik di New Delhi, India, angka polusi udara yang sangat besar membutuhkan tindakan pencegahan khusus.
Kurin Systems memperkenalkan pembersih udara terbesar dan terkuat di dunia yang rencananya akan dibangun di India.
Baca Juga : Mampu Bawa Kendaraan Melaju 250 Km per Jam, Ini Terowongan Baru Elon Musk
Pemurni udara setinggi 42 kaki atau 12,9 meter ini diklaim bisa menyediakan udara bersih bagi 75 ribu orang serta didukung dengan teknologi tinggi.
Radius efektif tower pembersih udara terbesar dan terkuat dunia ini bisa menjangkau daerah seluas tiga kilometer. Peneliti yang tergabung di Kurin Systems mengklaim dapat menghasilkan 32 juta meter kubik udara bersih.
Berita Terkait
-
Benarkah PLTU Suralaya Jadi Biang Kerok Polusi Udara?
-
Review Awarapan 2: Sinema Noir India Terbaik yang Penuh Ketegangan Seru!
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Soroti PLTU Suralaya, Pramono: Polusi Jakarta Tak Tuntas Hanya Lewat Mobil Listrik
-
OMC Terkendala Kemarau, Jakarta Andalkan Damkar Semprot Air Demi Tekan Polusi Udara
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri
-
Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal
-
Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern
-
Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?
-
Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah
-
Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15
-
Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya
-
Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya
-
Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren
-
Sebut Demo Hal Biasa, Fadli Zon Sayangkan Kalau Ada Perusakan Fasum