Suara.com - Kematian dinosaurus sering disalahkan pada asteroid besar yang menghantam Bumi 66 juta tahun yang lalu. Tetapi sekarang para ilmuwan telah mengungkapkan bahwa batu ruang angkasa ini tidak sepenuhnya disalahkan atas kematian raja-raja kadal di planet kita.
Data baru baru saja diterbitkan dalam jurnal Nature bergengsi menunjukkan kepunahan massal global disebabkan oleh bencana ganda. Penelitian ini menunjukkan tabrakan epik memicu letusan gunung berapi besar di India, yang menyebabkan setengah bumi menjadi dampaknya hingga Laut Karibia.
Para peneliti dari University of California telah mengungkap 'tanggal paling akurat' untuk serangkaian letusan gunung berapi raksasa yang memuntahkan lava sejauh 500 km melintasi Samudra Hindia selama satu juta tahun.
Bencana itu menciptakan 'Deccan Traps', formasi batuan vulkanik besar yang tebalnya 2 km di beberapa tempat. Jika sebagian besar lava yang membentuk Perangkap meletus sebelum terkena dampak, kemungkinan besar gas itu juga telah mati yang menyebabkan pemanasan global selama ratusan ribu tahun.
Dinosaurus akan beradaptasi dengan gelombang panas global ini dan kemudian musnah ketika asteroid menghantam, melemparkan debu dan puing-puing ke udara dan menyebabkan suhu di seluruh bumi turun signifikan.
"Dingin akan menjadi kejutan, di mana sebagian besar makhluk tidak akan pernah pulih, sepenuhnya menghilang dari catatan fosil sehingga secara harfiah, kepunahan massal," tulis University of California dalam sebuah pernyataan.
Namun, jika teori ini tidak benar dan letusan terjadi setelah dampak, skenario ini perlu dipikirkan kembali. Data baru menunjukkan aliran lava berlanjut selama sekitar satu juta tahun, tetapi juga menunjukkan tiga perempat lava meletus setelah dampak.
Studi sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar 80 persen lava meletus sebelum dampak. Tim percaya, tabrakan kosmik memicu 'gempa super' yang menyebabkan aliran lava semakin cepat setelah asteroid menghantam Bumi.
"Saya akan mengatakan, dengan keyakinan yang cukup tinggi, bahwa letusan terjadi dalam 50.000 tahun dan mungkin 30.000 tahun, dari dampak, yang berarti mereka sinkron dalam margin kesalahan," kata Paul Renne, seorang profesor di bumi. dan ilmu planet di UC Berkeley dan penulis senior studi ini.
Baca Juga: Positif! Huawei Mate X Tidak Dijual di AS
"Itu adalah validasi penting dari hipotesis bahwa dampak lava baru mengalir," jelasnya lagi dilansir dari Metro.
Kemungkinan, efek gabungan dari letusan asteroid dan gunung berapi memberikan 'satu-dua pukulan untuk kehidupan di Bumi' Letusan gunung berapi menghasilkan gas seperti karbon dioksida dan metana yang menghangatkan planet ini sementara yang lain, seperti aerosol belerang, memiliki efek pendinginan. Dampaknya sendiri akan mengirim debu ke atmosfer yang menghalangi sinar matahari dan mendinginkan Bumi.
"Baik dampak dan vulkanisme Deccan dapat menghasilkan efek lingkungan yang serupa, tetapi ini terjadi pada rentang waktu yang sangat berbeda. "Karena itu, untuk memahami bagaimana setiap agen berkontribusi pada peristiwa kepunahan, menilai waktu adalah kuncinya," kata penulis pertama Courtney Sprain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga