Suara.com - Tak ingin kalah dengan smartphone lipat yang dikenalkan produsen smartphone pada kuartal pertama 2019 lalu, Google diprediksi sedang menyiapkan smartphone lipat yang memiliki desain seperti halaman di buku tulis.
Bocoran mengenai paten terbaru Google terkait smartphone lipat datang dari blog teknologi Let's Go Digital Belanda.
Blog tersebut menemukan paten terbaru Google yang telah didaftarkan di lembaga resmi WIPO (World Intellectual Property Office).
Pada akhir tahun 2018, Google diketahui mengajukan paten ke WIPO terkait dengan perangkat lipatnya.
Paten akhirnya diterbitkan pada 27 Juni 2019 dan memperlihatkan smartphone lipat yang memiliki desain seperti buku.
Raksasa teknologi sepertinya ingin menginisiasi gagasan "smartbook", sebuah perangkat lipat yang memiliki halaman terpisah untuk aplikasi berbeda.
Perangkat terlihat seperti buku biasa dan memiliki tulang belakang berengsel yang dilampirkan pada setiap layar.
Tampilan tersebut hanya bisa dicapai dengan layar fleksibel, kecuali penutup luarnya yang bisa memiliki tampilan tidak fleksibel untuk perlindungan.
Bocoran ini sejalan dengan pengumuman Google saat acara I/O Developer Conference pada Mei 2019.
Baca Juga: Desain Futuristik, Smartphone Lipat Oppo dengan Kamera Pop-up Terkuak
Saat itu, Google menyatakan bahwa perusahaan sedang mengembangkan perangkat yang dapat dilipat.
Layar OLED tampak disusun halaman per halaman sehingga memiliki sensasi seperti buku tradisional.
Sayangnya, tidak ada rincian tentang lokasi baterai, prosesor, dan komponen vital lainnya.
Dikutip dari Gizmochina, beberapa pengamat memperkirakan bahwa hardware-nya akan terletak pada sebuah tempat yang mirip engsel buku ini.
Beberapa berspekulasi bahwa kedua sisi panel pada perangkat lipat Google memiliki kemampuan untuk menampilkan konten.
Jika perangkat smartphone lipat atau "smartbook" milik Google sudah diproduksi resmi, itu akan sangat menarik karena tampilannya mirip dengan buku masa depan.
Berita Terkait
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
Google Ubah Kebijakan Spam SEO untuk Menghindari Denda Antitrust Digital di Eropa
-
Google Gratiskan Gemini AI Plus 1 Tahun untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Cara Klaimnya
-
Cara Bikin Tren Linimasa Google Maps yang Viral, Gratis Tanpa Instal Aplikasi
-
Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar