Suara.com - Seorang ilmuwan planet di NASA tengah menjadi topik hangat di dunia maya. Hal ini disebabkan caranya menyerang komentar berbau seksisme yang diterimana pada aplikasi kencan.
Dr Lauren Mc Keown adalah seorang magang di NASA. Dia merasa sangat tersinggung ketika lawan bicara yang didapatnya dari aplikasi kencan bercanda dengan bertanya apakah dia adalah seorang resepsionis di Badan Penerbangan dan Antariksa milik Amerika Serikat tersebut.
Menariknya, dia langsung menindaklanjutinya dengan mengatakan bahwa dia terlihat 'cukup pintar'. Perempuan berusia 28 tahun, yang baru saja menyelesaikan gelar PhD-nya mengeluarkan jawaban telak.
"Saya cukup pintar untuk tahu setidaknya bahwa menilai kecerdasan seorang perempuan berdasarkan penampilannya mungkin bukan cara terbaik untuk memulai percakapan. ‘P.S. ibu saya adalah resepsionis di sekolah dasar dan dia adalah perempuan paling bijaksana, paling inspirasional, dan paling baik yang saya kenal. Sebenarnya, tesis PhD saya dedikasikan untuknya," bebernya seperti dilansir dari Metro.
Dr Mc Keown memosting tangkapan layar hasil percakapannya dengan lawan bicaranya dari aplikasi kencan Hinge ke Twitter. Bersamaan dengan statusnya, "Dan ini, nyonya-nyonya, itulah sebabnya saya lajang".
Lauren sekarang bekerja di Museum Natural History dan juga memiliki artikel yang diterbitkan dalam jurnal Nature tentang proses permukaan di Planet Merah. Dia juga memiliki beberapa saran bagi siapa pun yang mencari cinta melalui aplikasi kencan.
"Saya kira jika Anda cukup tertarik pada seseorang untuk memulai percakapan, maka cobalah untuk tidak menghinanya," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jupiter Jadi Planet Terbesar, Begini Alasannya
-
5 Berita Terpopuler Tekno: NASA Foto Awan di atas Sulawesi
-
5 Berita Apik Tekno Ini Siap Menemani Aktivitas Pagi Anda
-
Menakjubkan, NASA Pamer Penampakan Awan di Atas Sulawesi dari Luar Angkasa
-
Asteroid Sebesar Piramida Giza Melintasi Bumi Akhir Bulan Ini
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital
-
Sepotong Rendang Pelepas Rindu
-
Lagi Capek-capeknya Hidup? Lagu 'Bersenja Gurau' Raim Laode Ini Wajib Kamu Dengar
-
Karhutla Menggila di Berbagai Daerah, Kemarau Ekstrem Atau Sengaja Dibakar?
-
Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika