Suara.com - Server cloud yang berisi nomor telepon ratusan juta pengguna Facebook rupanya masih aktif dan bisa diakses pada Kamis (5/9/2019), padahal sehari sebelumnya perusahaan media sosial itu mengklaim bahwa data-data tersebut sudah dihapus.
Elliott Murray, pakar keamanan siber di Inggris, mengatakan server itu masih online dan ia yakin data-data di dalamnya belum berubah, demikian dilaporkan CNet.
Sebelumnya dilaporkan data milik lebih dari 400 juta pengguna Facebook tercecer di dalam sebuah server yang tak dilindungi oleh password dan bisa diakses oleh siapa saja.
Facebook mengakui kelalaiannya itu tetapi mengatakan bahwa jumlah pengguna yang datanya bocor itu hanya sekitar 200 juta. Perusahaan itu juga bilang, data dalam server itu sudah dihapus.
Tetapi Murray berhasil membuktikan dan mencocokan beberapa nomor telepon di dalam server itu dengan nama akun Facebook yang dikumpulkan CNet sebelumya dari sumber yang sama.
Kebocoran data ini merupakan skandal terbaru Facebook, yang kembali menunjukkan betapa bobroknya perusahaan media sosial terbesar di dunia itu dalam menjaga privasi pengguna.
Selain nomor telepon, data-data yang bocor antara lain ID pengguna, jenis kelamin, dan lokasi pemilik akun. Data-data ini, jika jatuh ke tangan yang salah, akan sangat berbahaya.
Eva Velasquez, presiden dan CEO Identity Theft Resource Center - sebuah organisasi nirlaba yang didirikan untuk membantu korban pencurian identitas - mengatakan pengguna Facebook kini sangat rentan menjadi korban penipuan.
Para penipu, kata Velasquez, akan sangat mudah mengelabui pengguna Facebook karena mereka telah mengetahui beragam informasi pribadi seperti nomor ponsel, nama, dan lokasi tempat tinggal korbannya.
Baca Juga: Skandal Terbaru Facebook: Nomor Ponsel Milik 400 Juta Akun Bocor
Facebook sendiri belum memberikan komentar terkait temuan baru ini.
Berita Terkait
-
Peluang Kreator Lokal Tembus Pasar Global, Meta Perluas Terjemahan AI ke Bahasa Indonesia
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads
-
Viral Pengguna FB Bagi Tips Dapat Makanan Gratis dari Shopee, Tuai Kecaman Gegara Rugikan Driver
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Hasto Kritik TNI-Polri Ikut Awasi Pajak: Penyalahgunaan Kekuasaan
-
3 Lipstik Inez yang Halal dan Tahan Lama, Warnanya Intens dan Tak Bikin Bibir Kusam
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Spesifikasi Kapal Induk Tua Italia ITS Giuseppe Garibaldi: Dipensiunkan Sejak 1971
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Marko Simic Ternyata Punya Peran Besar di Balik Kedatangan 2 Pemain Asing Persija
-
Satgas Percepat Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan hingga 2028
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?
-
FIFA Selidiki Insiden Kericuhan Pascalaga Final, Sejumlah Pemain Argentina Terancam Sanksi
-
Sudah Berusia 40 Tahun, Kapal Induk Italia Dinilai Tak Cocok Untuk Pertahanan RI