Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Selasa, 01 Oktober 2019 | 09:15 WIB
Telkomsel luncurkan Lord of Estera di Jakarta, Senin (30/9/2019). [Suara.com/Tivan Rahmat]

Suara.com - Telkomsel terus bertransformasi menjadi perusahaan digital lifestyle. Bukan sekadar jadi operator seluler saja, Si Merah juga merambah bisnis lainnya dengan menjadi penerbit (publisher) game.

Hingga saat ini, Telkomsel tercatat sudah meluncurkan dua game mobile, yakni ShellFire dan Lord of Estera.

Menurut General Manager Games and Apps Division Telkomsel Auliya Ilman Fadli, kompetisi operator seluler yang kian kompetitif menurunkan margin keuntungan yang didapat dari penjualan pulsa dan data. Oleh karena itu, Telkomsel harus tetap berinovasi dengan cara lain, dalam hal ini menjadi penerbit game.

"Margin pendapatan kami semakin tergerus, karena banyak kompetitor, harga data juga semakin rendah. Kami melihat di game ada potensi lain," kata Auliya di sela-sela peluncuran game Lord of Estra di Telkomsel Smart Office, Jakarta pada Senin (30/9/2019).

Dibandingkan streaming video, layanan game memang tidak memberi keuntungan banyak karena konsumsi data yang relatif kecil. Paling besar pun hanya terjadi saat men-download atau memperbarui game. Tapi setelahnya, saat dimainkan dalam satu jam kuota yang terpakai hanya 20-30 MB.

Di sisi lain, publisher game menawarkan keuntungan yang lebih. Pasalnya, saat game tersebut diedarkan pihak publisher mendapat margin 60 persen, sedangkan sisanya diberikan kepada payment gateway dan distributor.

Ilustrasi layanan Telkomsel. [Telkomsel]

"Kenapa publisher persentasenya besar? Karena mereka effort-nya juga besar. Publisher harus mikirin pemasaran hingga membentuk komunitasnya," imbuh Auliya.

Di tahun ini sendiri, Auliya membocorkan bahwa Telkomsel masih akan merilis satu game lagi. Sedangkan pada tahun depan, sedikitnya ada enam game baru yang akan mereka luncurkan.

"Tahun lalu kami masih belajar jadi publisher. Tahun depan minimal enam judul dirilis, 25-30 persen game lokal," tutup Auliya.