- Festival Ma Wara’ Al-Nahar akan digelar awal Juli di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta fokus pada warisan intelektual Asia Tengah.
- Forum ini memadukan diskusi ilmiah dan budaya untuk mendorong dialog peradaban Islam di abad dua puluh satu.
- Aktivitas ini bertujuan menggeser narasi global Islam dari konflik menuju pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaan.
Suara.com - Pada awal Juli, Jakarta akan menjadi salah satu titik penting dalam agenda intelektual dunia Islam.
Di ibu kota Indonesia akan digelar festival dan forum ilmiah Ma Wara’ Al-Nahar Indofestive, yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dengan melibatkan institusi akademik dan kebudayaan dari berbagai wilayah.
Format acaranya memadukan diskusi ilmiah, pameran budaya, peluncuran buku, serta kuliah umum–sehingga melampaui batas konferensi kampus yang biasanya bersifat semata-mata akademik.
Ma Wara’ Al-Nahar dirancang sebagai ruang dialog tentang warisan peradaban Islam dan relevansinya di abad ke-21. Fokus utamanya adalah tradisi intelektual Asia Tengah dan keterkaitannya dengan pemikiran Islam di Asia Tenggara.
Di tengah kondisi ketika Islam kerap tampil dalam berita global melalui krisis politik dan konflik, inisiatif semacam ini menarik perhatian karena berupaya menggeser fokus menuju pengetahuan, kebudayaan, dan pendidikan.
Perbincangan di Ruang Digital Muslim
Ketertarikan pada festival ini jauh melampaui lingkungan akademik.
Dalam beberapa pekan terakhir, topik Ma Wara’ Al-Nahar ramai diperbincangkan di komunitas-komunitas Muslim daring. Secara khusus, di jejaring sosial Muslim Salam Life para pengguna membuka diskusi bertema: “Ma Wara’ Al-Nahar: mengapa dunia Islam perlu kembali pada warisan intelektual?”
Di kolom komentar, para peserta membahas mengapa minat pada ilmu dan kebudayaan Islam kembali meningkat, peran forum semacam ini dalam menghadapi narasi radikal, serta apakah universitas mampu menjadi pusat pembentukan elit intelektual baru bagi dunia Muslim.
Baca Juga: FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace
Aktivitas di ruang digital menunjukkan bahwa festival ini tidak dipandang sebagai acara yang sangat spesifik untuk kalangan tertentu, melainkan sebagai bagian dari kebutuhan sosial yang lebih luas: adanya permintaan terhadap dialog yang bermakna mengenai masa depan peradaban Islam.
Apa Itu Ma Wara’ Al-Nahar
Festival dan forum ilmiah ini akan berlangsung selama dua hari di kampus UIN Jakarta. Programnya mencakup kolokium internasional yang menghadirkan akademisi, ulama, dan sejarawan; pameran tematik; peluncuran publikasi ilmiah; serta kuliah umum yang terbuka bagi khalayak luas.
Nama Ma Wara’ Al-Nahar merujuk pada kawasan historis Asia Tengah–secara harfiah “tanah di seberang sungai”–yang pada abad pertengahan menjadi salah satu pusat utama ilmu pengetahuan Islam.
Di wilayah inilah berkembang mazhab-mazhab keilmuan hadis, ilmu kalam, dan filsafat, yang karya-karyanya hingga kini dipelajari di seluruh dunia Muslim. Mengangkat kembali warisan ini di Jakarta bersifat simbolis: ia menegaskan keterhubungan sejarah peradaban Islam dari Asia Tengah hingga Asia Tenggara.
Kembali ke Ilmu: Mengapa Dunia Islam Membutuhkan Forum Budaya
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Update Harga HP Entry-Level Vivo Mei 2026, Spek Oke Mulai Rp1 Jutaan
-
5 HP Xiaomi Rp1 Jutaan dengan Fitur NFC untuk Transaksi Digital Lancar
-
Tanda-tanda WhatsApp Disadap dan Tips Mengamankannya
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 10 Mei 2026: Sikat Cepat SG2 Rapper Underworld dan MP40 Cobra
-
30 Kode Redeem FC Mobile 10 Mei 2026: Klaim 500 Poin Naik Peringkat dan Pemain Bintang OVR 117
-
Spesifikasi PC 007 First Light Resmi Rilis, Game James Bond Butuh RAM 16 GB
-
Spesifikasi iQOO Z11 Global: Siap ke Indonesia, Usung Baterai Jumbo 9.020 mAh
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
73 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Mei 2026: Raih Parasut, Skin Eclipse, dan MP40 Cobra
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan