Suara.com - Pemkot Bogor telah memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik kepada semua pertokoan modern sejak Desember 2018. Pelarangan tersebut bertujuan mengurangi sampah plastik dari toko-toko modern yang mencapai 1,7 to per hari di Kota Bogor.
Oleh karena itu, para pembeli harus membawa sendiri kantong, tas, atau kardus ketika berbelanja. Baru-baru ini, beredar di media sosial Twitter aksi kreatif seorang lelaki yang berbelanja di salah satu minimarket dengan menggunakan karung yang umumnya digunakan untuk beras.
Dibagikan oleh akun Twitter @m_septianaap pada 18 Oktober, ia merekam temannya yang tengah berbelanja beberapa makanan dan minuman. Namun karena tidak memiliki kantong, ia akhirnya membawa karung beras di rumahnya untuk dimanfaatkan.
"Di Bogor tuh nggak ada plastik. Jadi gue prepare dari rumah, adanya karung ya gue bawa," ucapnya dalam video berdurasi 34 detik tersebut.
Lucunya, lelaki dalam video tersebut yang diketahui bernama Andreas itu membawa karung dengan cara dipanggul dan mengundang tawa temannya yang merekam hingga meledeknya dengan sebutan maling.
Video yang telah ditonton sebanyak lebih dari 521,8 ribu penayangan dan dibagikan sebanyak lebih dari 18,3 ribu kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Makna ganda nih. Mengurangi penggunaan kantong plasti. Karung beras itu juga plastik tapi ukurannya gede dan lebih kuat dari kantong plastik, jadi bisa buat bawa apapun dan volumenya banyak. Good job mas," tulis akun @_dimpratama.
"Apa nggak dikira habis mulung itu?" komentar @SalsabilaPoppy.
"Jadi inget waktu itu ke Matahari Bogor, no plastic terus gue beli baju sama sepatu alhasil diiket sama tali rapia. Berasa bawa tape wkwkwk," ungkap @lilysrtam.
Baca Juga: Selain Call of Duty: Mobile, 5 Game Battle Royale Ini Menarik Dicoba
"Mas Andreas sangat menginspirasi," tambah @yayakya_.
"Lah bagus banget ini, mengurangi sampah plastik. Cuma kurang fesyenebel aja tidak seperti totebag totebag mainstream diluaran sana. Nggak apa-apa, tetep salut sama masnya," cuit @grumpxstiltskin.
Berita Terkait
-
Tak Kenal Takut, Begini Santainya Orang Indonesia Mengusir Hantu?
-
Endingnya Ngenes, Ketika Bapak-bapak Dikerjai Sapi Peliharaannya
-
Kasian! Lelaki Ini Gagal Makan Akibat Ulah Kucingnya
-
Kreatif! Penjual Mendoan Ini Perkenalkan McDonald's dengan Kearifan Lokal
-
Viral Ajakan Tantang Nyi Roro Kidul di Parangtritis, Berani Ikut?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!