Suara.com - Caviar, produsen casing ponsel mewah kembali membuat geleng kepala. Kali ini membuat iPhone 11 Pro hasil kustomisasi berlapis emas.
Mereka melapisi iPhone 11 Pro dengan 500 gram atau setengah kilogram emas sehingga produk tersebut akan ditujukan khusus "para sultan" atau kolektor barang-barang mewah.
Caviar menamakan produk kustomisasi terbarunya dengan nama Discovery.
Terdapat beberapa macam varian Disovery termasuk Solarius, Mars, Luna, Moon, Meteorite, Terra dan beberapa nama benda langit lainnya.
Namun yang menjadi sorotan adalah iPhone 11 Pro Discovery Solarius, varian paling mahal dari lini Discovery.
Baca Juga : Apple Siapkan iPhone 5G Pakai Modem Qualcomm, Kapan Rilis?
Bagaimana tidak, iPhone 11 Pro Discovery Solarius dibanderol "paling murah" dengan harga sebesar 70.340 dolar AS atau Rp 989 juta untuk varian memori internal 64 GB.
Sementara bagi pengguna yang menginginkan varian termahal bisa membeli iPhone 11 Pro Max Discovery Solarius dengan harga 71.520 dolar AS atau Rp 1 miliar untuk varian memori internal 512 GB.
Caviar mengklaim bahwa iPhone 11 Pro Discovery Edition merupakan satu-satunya model ponsel di dunia yang dilapisi 500 gram emas dan 750 konten berbahan emas kuning di dalamnya.
Baca Juga: Masuk November, Harga Emas Naik Rp 764.000 Per Gram
Baca Juga : Pasar Ponsel Global Bangkit, Samsung dan Huawei Masih Memimpin
Di bagian belakang terdapat desain mekanisme jarum jam rumit dengan turbillon halus.
Dalam situs resminya, Caviar menjelaskan bahwa rotasi tak berujung menggambarkan energi kehidupan Matahari yang tak ada habisnya.
Tepat di posisi "jam 12", terdapat sebuah berlian kuning langka yang menambah kesan mewah di dalamnya.
Lini Discovery milik Caviar merupakan sebuah varian mewah yang mengusung tema Tata Surya.
Dilansir dari GSM Arena, jika tidak menyukai emas, pengguna bisa memilih model Terra, Mars dan Luna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla