Suara.com - Menteri Komunikasi dan Infromatika (Menkominfo) Johnny Plate mengaku belum mengetahui jika layanan internet Telkomsel dan Indihome mengalami masalah pada Selasa (5/11/2019).
Seperti diwartakan sebelumnya layanan internet Telkomsel dan Indihome terganggu sejak Selasa pagi. Para pengguna layanan dua perusahaan itu mengeluh dan Telkomsel sempat merajai daftar trending topic Twitter Indonesia.
“Ya saya belum tahu. Pagi-pagi saya sudah suruh undang-undang, tadi sudah seminar dengan Uni Eropa, sekrang ini saya belum tahu,” kata Plate membeberkan kegiatannya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Kendati begitu, Plate menilai gangguan akses internet tersebut bisa saja disebabkan oleh dua hal. Pertama karena infrastruktur yang terganggu atau disebabkan oleh interferensi frekuensi. Apapun penyebabnya, Plate berharap gangguan tersebut bisa diatasi agar akses internet kembali pulih.
“Kalau itu ada interferensi frekuensi, penataan frekuensi, manajemen frekuensi harus diatur dengan baik. Kalau itu terkait dengan ada beberapa infrastruktur yang terganggu tentu kita minta operator selularnya segera untuk ke up lagi untuk itu bisa berfungsi dengan baik kembali,” kata Johnny.
Diketahui, sejak Selasa pagi (5/11/2019), akses internet Telkomsel dan Indihome mengalami gangguan. Aldin Hasyim selaku GM External Corporate Communications Telkomsel menjelaskan gangguan itu disebabkan oleh masalah pada akses internet internasional.
"Telah terjadi penurunan kualitas layanan data internet yang disebabkan oleh gangguan pada akses internet international Telkom Group, sedangkan untuk layanan voice dan SMS tetap berjalan normal," ujar Aldin dalam keterangan tertulisnya kepada Suara.com, Selasa (5/11/2019).
Meski begitu, Aldin berkomitmen bahwa pihaknya akan secepat mungkin menyelesaikan masalah ini agar akses telekomunikasi para pelanggannya bisa kembali pulih seperti sedia kala.
"Saat ini layanan internet mulai berangsur pulih dan kami terus mengupayakan agar layanan internet dapat kembali normal. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," pungkasnya.
Baca Juga: Sempat Tumbang, Akses Internet Telkomsel Diklaim Kembali Pulih
Berita Terkait
-
Debat XL vs Telkomsel : Siapa yang Paling Menjawab Kebutuhan Pelanggan?
-
0812 Nomor Apa? Kenali Kode Area dan Daerah Asal Kartu Telkomsel
-
0812 Kartu Apa? Ternyata Nomor Telkomsel, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Jadi Andalan Warga
-
AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar