Suara.com - Rencana NASA membangun koloni manusia di Mars ataupun Bulan telah menjadi rahasia umum. Terbaru, sebuah perusahaan swasta Gateway Foundation ingin membangun hotel luar angkasa.
Hotel luar angkasa tersebut digambarkan perusahaan sebagai "pelabuhan antariksa pertama" dan disebut sebagai Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating.
Stasiun tersebut akan mengorbit Bumi dan tidak hanya mengakomodasi penelitian ilmiah, tetapi juga kunjungan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menginap di luar angkasa.
Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating, merupakan stasiun luar angkasa berbentuk roda hipotetis yang berputar pada sumbunya, sehingga dapat menciptakan lingkungan gravitasi buatan (artificial gravity).
Bentuk stasiun luar angkasa ini pernah diadaptasi dalam berbagai film fiksi, salah satunya adalah Elysium.
Gateway Foundation berencana membangun pelabuhan antariksa itu pada awal 2025 dan mendapat dukungan dari perusahaan konstruksi luar angkasa Orbital Assembly.
Menurut Timothy Alatorre selaku arsitek utama stasiun ruang angkasa ini mengatakan bahwa Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating akan mampu menampung hingga 450 orang dan terdiri dari berbagai macam interior, termasuk gimnasium, restoran, dan bar. Desain Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating merupakan adaptasi dari Wernher von Braun.
"Inspirasi di balik Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating juga berasal dari menonton fiksi ilmiah selama 50 tahun terakhir dan melihat bagaimana umat manusia memiliki mimpi tentang budaya kapal luar angkasa," ucap Alatorre, sebagaimana lansiran laman Space.com.
Meski begitu, Gateway Foundation mengakui bahwa ada kemungkinan tahun rencana diselesaikannya Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating akan mundur ke belakang setidaknya hingga 2027, mengingat ada banyak teknologi dan hal baru lainnya yang harus dipersiapkan.
Baca Juga: 3 Cara Memperbaiki Data Seluler yang Tidak Berfungsi di Android
Sayangnya, pihak Gateway Foundation tidak membeberkan mengenai biaya yang akan dikucurkan untuk misi tersebut serta teknologi yang akan diterapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Siapa Burhanuddin Abdullah? Diisukan Jadi Calon Gubernur Bank Indonesia
-
Pilihan Mobil Keluarga Harga Terjangkau Jelang GIIAS 2026
-
Ekspor Mineral Kritis Tersendat, Kementerian ESDM Benahi Aturan Kandungan Logam Tanah Jarang
-
61,1 Persen Publik Tak Yakin Koperasi Merah Putih Akan Berkembang
-
Film Live-Action Look Back Masuk Kompetisi Festival Film Venesia ke-83
-
Review Film The Dink: Transisi Karir Atlet Muda hingga Menjadi Pelatih
-
Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?
-
2 Lokasi Terancam Tsunami Usai Gempa Bumi Besar di Kumamoto Jepang
-
Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu
-
Biar Sadar! Bahaya Tramadol Bakal Masuk Materi Khotbah Jumat di Jakarta Pusat