Suara.com - EVOS Legends mewakili tim esports Indonesia melaju ke grand final turnamen Mobile Legends M1 World Championship setelah berhasil mengalahkan tim senegara, RRQ, dalam babak semifinal yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (16/11/2019).
EVOS tampil rapi dan tak tergesa-gesa sejak awal pertandingan di game pertama. Berbekal hero Harith, X-Borg, Selena, Chou, dan Kimmy, mereka berhasil menciptakan First Blood di menit kedua.
Sementara itu, tim RRQ tampak terburu-buru dan memaksakan pertarungan tanpa adanya dukungan yang solid dari tim. Kondisi tersebut memaksa Lemon dkk justru kehilangan ritme permainan. Hingga pada menit ke-10, Rekt dkk berhasil mencapai top lane dan menghancurkan kristal untuk unggul 1-0.
Memasuki game kedua, Evos semakin mendominasi dengan menguasai wilayah bottom lane. Atas penampilan agresif itu, First Blood sudah tumpah ketiga pertandingan baru berjalan 1 menit 30 detik.
Tetapi game kedua justru lebih alot ketimbag yang pertama. Kedua tim sama-sama memberikan serangan dan pertahanan yang cukup baik bahkan cenderung memilih untuk bermain aman di lane masing-masing.
Pertarungan mulai intens pada menit ke-20 saat EVOS yang berhasil mencuri tiga Lord mampu mendobrak lini pertahanan RRQ dan masuk ke wilayah top lane. Namun RRQ tak tinggal diam. Damage besar yang dimiliki Xinnn mampu memukul mundur tim EVOS hingga ke markas utama.
Setelah beberapa menit disuguhkan pertarungan tanpa henti, RRQ kembali harus menderita kekalahan 2-0 saat EVOS menghancurkan kristalnya di menit ke 23.56.
Gim ketiga menjadi penentu kemenangan tim EVOS Legends. Rekt dkk pun kini mulai percaya diri dan tampil lebih galak. Bahkan di menit kedua, mereka sudah berhasil menghancurkan dua turret sekaligus. Tidak hanya itu, pergerakan efektif tim juga menciptakan perbedaan kill 8-4 di menit ketujuh.
Agar tak tertinggal jauh, RRQ mencoba membalas dengan mengamankan turret demi turret. Lemon pun beberapa kali mencoba strategi split push. Namun beruntung, tim EVOS punya Luminaire, sang penyelamat bagi Rekt, Donkey, dan Oura yang sempat beberapa kali kehabisan darah.
Baca Juga: Terima Investasi Rp 61 Miliar, Evos Esports Dorong Sektor Entertainment
Dengan hero Kimmy yang dimainkan Rekt, permainan EVOS lebih efektif. Berhasil mencuri tiga Lord, EVOS pun berhasil menghancurkan kristal lawan di menit ke-23.
Atas kekalahannya, RRQ harus turun tahta ke lower bracket. Meski begitu, RRQ masih mempunyai kesempatan untuk bisa kembali menantang sang rival utama EVOS Legends di grand final seandainya mereka berhasil mengalahkan sang juara di final lower bracket.
Tim lower brackets akan mempertemukan Sunparks (Filipina) vs Burmese Ghouls (Myanmar) serta 10s Gaming Plus (Jepang) vs Todak (Malaysia). [Antara]
Berita Terkait
-
RRQ Juara Delta Force National Championship Season 2, Sapu Bersih Turnamen Tanpa Kekalahan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
RRQ dan ONIC Terpilih Masuk Jajaran 40 Klub Esports Elit Dunia, Terima Suntikan Dana Segar
-
7 Roster EVOS Resmi di MPL ID Season 17, Macan Putih Siap Bangkit!
-
Kolaborasi Jadi Strategi Besar Dorong Ekosistem Esports Indonesia Makin Kompetitif di 2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!