Suara.com - Saat ini, Xiaomi dikenal sebagai salah satu vendor ponsel terbesar di dunia. Namun, siapa yang mengira bahwa para pendiri Xiaomi nyaris memberikan nama lain untuk perusahaan yang mereka buat.
Salah satu pendiri sekaligus CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan, ia bersama para pendiri lainnya melakukan pertemuan resmi pertama pada 14 Januari 2010.
Topik utama yang bahas adalah menentukan nama bagi perusahaan yang akan mereka rintis. Nama pertama yang diajukan adalah Red Star, tapi tidak jadi dipakai lantaran terkait permasalahan hak cipta.
Selain itu, muncul juga opsi untuk nama Xuande karena mirip dengan nama lokasi pertemuan mereka. Sayangnya, nama itu juga urung dipakai lantaran bunyinya kurang pas didengar.
Menariknya, beberapa nama alternatif, mulai dari Qianqi, Linqi, dan lain-lain juga tidak disepakati, sampai akhirnya, nama Xiaomi-lah yang menjadi pilihan para pendiri perusahaan.
Filosofinya, Xiaomi secara harfiah berarti beras kecil. Selain Xiaomi, nama lain yang sering mengemuka di merek ponselnya adalah Mi. Dikutip dari Gizmochina, Lei Jun sempat menjelaskan arti khusus Mi tersebut.
Pertama, Mi merupakan singkatan dari Mobile Internet, mengingat perusahaan ini akan terjun sebagai perusahaan perangkat mobile yang terhubung dengan internet.
Sedangkan untuk arti kedua, Lei Jun mengasosiasikan Mi dengan Mission Impossible. Pasalnya, perusahaan akan berupaya menjalankan berbagai misi yang dianggap tidak mungkin alias impossible.
Hal ini terbukti dengan kebiasaan ponsel seri Mi yang kerap 'merusak' pasar karena menyajikan ponsel dengan spesifikasi tinggi, namun dijual dengan harga ekonomis.
Baca Juga: Waspada Gelombang Tinggi Mencapai 1,5 Meter Hari Ini!
Konon, Lei Jun mendirikan Xiaomi bersama 14 orang lainnya dalam sebuah ruangan kecil di Beijing. Sementara sumber lainnya menyebut bahwa jumlah orang saat itu adalah delapan orang saja.
Namun benang merahnya, dalam sejarah Xiaomi versi manapun, salah satu yang hadir saat itu adalah sosok Lin Bin yang kini menjabat sebagai Presiden Xiaomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Terpopuler: Baterai Realme C100i Awet 6 Tahun, Top 3 HP Kamera Terbaik Harga Rp2 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia