Suara.com - Penyakit Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona baru Sars-Cov-2, menjadi wabah di dunia termasuk di Indonesia dan publik di Tanah Air berpaling ke Google untuk mencari informasi.
"Bulan ini, banyak orang Indonesia yang masih mempelajari tentang virus Covid-19. Penelusuran seputar gejalanya, bagaimana penyebarannya, pencegahan hingga kabar terkini seputar situasi penyebarannya di Indonesia, meningkat secara signifikan," demikian pernyataan Google, Senin (6/4/2020).
Google memiliki layanan bernama Google Trends, yang melihat tren penelusuran dengan menunjukkan seberapa sering satu istilah dimasukkan ke mesin pencari Google relatif terhadap total volume penelusuran situs selama periode waktu tertentu.
Google mencatat puncak minat penelusuran terkait Covid-19 bulan Maret 2020 adalah pada tanggal 16. Tren teratas pertanyaan "bagaimana cara mencegah virus corona" melonjak hingga lebih 3.840 persen di bulan Maret.
Minat penelusuran untuk "bagaimana penyebaran virus corona" melonjak lebih dari 3.010 persen pada bulan Maret. Sementara, "Gejala awal coronavirus" melonjak lebih dari 8,600 persen, sedangkan "Update virus corona di indonesia" melonjak lebih dari 4.700 persen.
Sementara itu, selama tujuh hari terakhir (per 3 April), Google melihat bahwa topik utama penelusuran seputar virus corona terus didominasi oleh penelusuran seputar gejala. Pertanyaan seperti "gejala-gejala orang yang terkena covid-19" melonjak hingga lebih dari 9.800 persen.
Berikut lima tren pertanyaan teratas seputar virus, dalam tujuh hari terakhir di Indonesia:
1. Berapa hari masa inkubasi covid-19
2. Apa saja tanaman herbal yang dapat mencegah covid 19
3. Apa saja bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat hand sanitizer sendiri
4. Apa nama binatang yang diduga menjadi penyebab covid 19
5. Jelaskan penyebab seseorang terpapar covid 19
Berikut lima tren pertanyaan teratas seputar gejala, dalam tujuh hari terakhir di Indonesia:
Baca Juga: Terinfeksi Covid-19, Harimau dan Singa Juga Jatuh Sakit
1. Sebutkan gejala gejala orang yang terkena covid 19
2. Gejala corona awal
3. Gejala corona hari pertama
4. Gejala dan pencegahan virus corona
5. Gejala covid 19 dari hari ke hari. [Antara]
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Fakta Hukum di Balik Terkaitnya Nama Nabila Gardena dalam Kasus Timah
-
Promo Sepeda Listrik Exotic EV 929 di Transmart, Banting Harga Jadi Rp4 Jutaan
-
Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
-
Laba Bank SMBC Indonesia Naik, Kredit Tembus Rp 185,3 Triliun
-
Intip Daftar Mobil Keluarga 7 Seater Irit BBM, Harga Terjangkau Mirip Motor 250cc
-
Kekerasan Seksual Siswi di Bali, Sekolah Harus Pasang CCTV hingga Larang Guru Berduaan dengan Murid
-
Anime Mii-chan and Yamada-san Picu Perdebatan, Tim Produksi Beri Tanggapan
-
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Kapal-kapal Dikerahkan Evakuasi Penumpang
-
Hoaks Pendaftaran Kartu Debit SeaBank Berhadiah di Facebook
-
LPS Ungkap Ketimpangan Tabungan, Rekening Kecil Menyusut Saat Dana Orang Kaya Melonjak