Suara.com - Di saat sulit seperti ini, sudah sewajarnya saling tolong menolong. Sayang, seorang warganet justru bertemu dengan ojol korban order fiktif.
Dibagikan kembali melalui akun Twitter @gojek24jam pada 2 Mei, pemilik akun mengunggah beberapa gambar berupa tangkapan layar yang memperlihatkan beberapa kotak makanan.
Menurut keterangan yang ditulis dalam gambar tersebut, makanan tersebut dipesan atas nama pak Juan ke alamat warganet yang bersangkutan. Namun, tidak ada seorang pun yang bernama Juan di dalam rumahnya. Ia telah bertanya ke tetangganya, mungkin ada saudara yang bernama Juan tengah tinggal di sana.
Namun nihil, tidak ada orang yang bernama Juan. Pemesan makanan itu pun tidak bisa dihubungi dan menghilang begitu saja, sementara makanan belum dibayar dengan total Rp 314 ribu.
"Hari ini ada yang mesen makanan lewat @gojekindonesia ngirim ke rumah aku atas nama pak Juan, sedangkan di rumah aku itu enggak ada yang namanya pak Juan dan nggak ada yang mesen makanan juga. Terus aku bantuin bapak Gojeknya cari orangnya dan rumahnya karena siapa tau dia salah kasih alamat ke rumah aku, tapi udah aku tanya tetangga-tetangga katanya nggak ada yang mesen," tulis warganet dalam keterangan pada gambar tersebut.
"Orderannya banyak banget sampe totalnya 314 ribu. Tapi setelah orderannya sudah selesai, si pemesan itu tiba-tiba ditelpon nggak bisa dan ngilang gitu aja," tambahnya.
Pada akhirnya, karena iba dan merasa tidak tega dengan pengemudi ojol tersebut, warganet itu pun membayar sejumlah total pesanan.
"Tolong banget buat siapa aja, jangan sampe iseng kayak gini karena kasian abang Gojeknya kalau nggak ada ganti biaya makananya," tulisnya lagi dalam foto yang berbeda.
Unggahan itu pun membuat warganet lain merasa geram karena perbuatan tersebut tidak pantas, terlebih dilakukan pada saat kondisi krisis ekonomi seperti ini karena virus Corona (Covid-19).
Baca Juga: Peretas Berbahasa Rusia Jual 500 Ribu Akun Zoom ke Dark Web
"Masih aja ada manusia-manusia laknat kayak gini," tulis pemilik akun @gojek24jam dalam kolom keterangan.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 60 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Harusnya @gojekindonesia bikin peraturan kalau GoFood harus pakai GoPay, kasian ini driver yang dikerjain terus," tulis akun @rheeechan.
"Sudah seharusnya pesanan dengan uang cash dibatasi maksimal 50 ribu," komentar @BambangPeha.
"Dulu temenku pernah seperti itu dan ternyata oknum dari restonya sendiri yang iseng," ungkap @CW_Itauqit.
"Masih bertanya-tanya, kira-kira kepuasan apa yang didapat dari bercanda seperti ini," tambah @alamsyah31_.
"Keadaan lagi susah. Jangan mempermainkan pesanan food sama ojol. Terlalu benar pemesan itu," cuit @fauzanoddie.
Berita Terkait
-
Terekam Kamera Naik Kuda, Ojol Ini Jadi Sorotan Warganet
-
Reaksi Ojol Dapat Voucher Belanja Dadakan Ini Bikin Haru
-
Viral, Aksi Pengemudi Ojol Main Piano Setelah Antar Pesanan ke Pelanggan
-
Bekerja di Tengah Pandemi Corona, Kisah Pengemudi Ojol Ini Bikin Haru
-
Ngenes! Kisah Pengemudi Ojol Ditinggal Kabur Penumpangnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan