Suara.com - Singapura menggunakan pendekatan teknologi untuk mengingatkan orang-orang tentang jarak sosial di masa pandemi Covid-19 dengan membuat robot anjing.
Robot anjing yang disebut SPOT itu dirancang oleh Boston Dynamics dan ditugaskan untuk berpatroli di Taman Bishan-Ang Mo Kio. Robot ini awalnya dikembangkan pada 2015, menggunakan dana dari Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Amerika Serikat dan dimaksudkan untuk digunakan dalam misi pencarian dan penyelamatan pada situasi yang berbahaya.
Dilansir dari IFL Science, Selasa (12/5/2020), robot itu memiliki empat kaki yang kokoh dan dapat menjaga keseimbangan dengan baik, bahkan ketika ditendang atau berjalan di medan yang tidak rata dan licin.
Saat berpatroli di taman, SPOT secara otomatis mengingatkan orang untuk tetap pada jarak setidaknya 1 meter setiap saat melalui pesan yang direkam pada pengeras suara.
Robot ini juga dilengkapi dengan kamera dan sensor di bagian belakangnya yang berfungsi untuk memantau jumlah orang yang berada di taman. Menurut laporan Reuters, robot ini tidak mampu melacak individu atau memperoleh data pribadi.
Selama masa uji coba awal dua minggu, pihak berwenang akan memutuskan apakah SPOT memiliki dampak yang cukup untuk menjamin penggunaan berkelanjutan di ruang publik lainnya.
Saat ini, pemerintah Singapura hanya mengizinkan penduduknya keluar dari rumah untuk melakukan kegiatan yang penting. Jika ada yang melanggar, maka orang tersebut akan mendapat denda berat dan bahkan dipenjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara