Suara.com - Belakangan ini, Samsung makin gencar melakukan penetrasi di pasar ponsel kelas bawah. Salah satu ponsel yang mereka turunkan di segmen ini adalah Samsung Galaxy A11.
Hadir dengan harga Rp 2,099 juta, ponsel ini pun bukan hanya menggoda konsumen entry-level dengan harganya saja, tetapi juga menawarkan pengalaman baru melalui sejumlah fitur yang dibawanya.
Lalu, bagaiamana pengalaman ketika menggunakan ponsel ini? Berikut ulasannya.
Desain dan Layar
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A11 dikemas dalam tampilan sederhana. Hal ini bisa dilihat dari ketersediaan warnanya yang hanya menawarkan warna hitam dan putih saja. Suara.com sendiri berkesempatan melakukan review Samsung Galaxy A11 warna putih.
Meski begitu, bodinya termasuk ramping karena berdimensi 161,4 mm x 76,3 mm x 8 mm dengan bobot hanya 177 gram saja. Jauh lebih enteng ketimbang ponsel di kelas ini yang bisa berbobot di atas 200 gram.
Di sisi kanan, terdapat tombol daya dan pengaturan volume. Sisi kiri dipakai untuk slot kartu SIM ganda dan MicroSD. Sisi atas dipakai untuk lubang jack audio 3,55 mm. Sementara bagian bawahnya digunakan untuk lubang speaker dan pengisian daya kabel Type-C.
Beralih ke bagian belakang, tersaji tiga lensa kamera di sudut kiri atas ponsel yang disusun secara vertikal, bersanding dengan LED flash yang ada di sisi kanan kamera. Sedikit bergeser ke bawah, ada pemindai sidik jari berbentuk elips.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Samsung Galaxy A01, Penerus J2 Prime
Di bagian muka, terhampar layar 6,4 inci beresolusi HD+ (1.080 x 2.400 piksel) yang bagian atasnya dilengkapi notch bermotif Infinify O-Display.
Performa
Di balik tampilan luarnya, Samsung Galaxy A11 membawa spesifikasi yang cukup gahar di kelas entry-level. Qualcomm Snapdragon 450 menjadi otak dibalik performa ponsel ini.
Sekadar informasi, chipset ini membawa CPU octa-core ARM Cortex A53 berkecepatam 1,8 GHz yang sanggup mendongkrak 25 persen peningkatan kinerja komputasi dibandingkan pendahulunya. Selain itu, GPU Qualcomm Adreno 506 yang terintegrasi memberikan peningkatan performa grafis sebesar 25 persen ketimbang Snapdragon 435.
Di sisi lain, chipset ini menawarkan efisiensi baterai dengan dukungan Qualcomm Quick Charge 3.0 yang dapat mengisi ulang daya telepon pintar dari nol hingga 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit.
Sementara untuk menampung data dan aplikasi, produsen teknologi asal Korea Selatan ini membenamkan RAM 3 GB dan memori internal 32 GB yang masih bisa diperluas hingga 512 GB menggunakan MicroSD.
Kombinasi ini membuat perangkat cukup mulus saat dipakai untuk multitasking dan bermain game Mobile Legends, tapi tentu dengan pengaturan grafis standar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah
-
5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review
-
Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster
-
Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla
-
KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban
-
Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah
-
DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project