Suara.com - Para ilmuwan tengah menyelidiki asal sinyal radio misterius yang terdeteksi galaksi Bima Sakti.
Sinyal radio yang dikenal sebagai Fast Radio Bursts (FRB) biasanya hanya ditemui di luar semesta Bima Sakti. Oleh karena itu, ilmuwan mengganggap hal ini sebagai fenomena yang tidak wajar.
Gelombang radio yang dideteksi para ilmuwan diduga berasal dari ledakan radiasi sepanjang milidetik dan dipancarkan oleh magnestar, sejenis bintang dengan medan magnet yang sangat kuat, yang jaraknya sekitar 14.000 tahun cahaya dari Bumi.
Meski begitu, asal usul mereka tidak diketahui. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa gelombang energik adalah hasil dari ledakan kosmik, sementara para penganut teori konspirasi menilai bahwa gelombang radio itu adalah sinyal yang dikirim oleh alien.
"Ini adalah hubungan pengamatan pertama yang antara magnetar dan Fast Radio Bursts," kata astrofisika Dr Sandro Mereghetti dari Institut Nasional Astrofisika di Italia, seperti dikutip dari New York Post, Selasa (4/8/2020).
"Ini benar-benar merupakan sebuah penemuan besar, dan membantu para ilmuwan untuk mencari tahu dari mana fenomena misterius ini berasal," imbuhnya.
Diambil oleh teleskop radio di seluruh dunia pada bulan April, FRB ini merupakan yang pertama terdeteksi di galaksi Bima Sakti.
Fast Radio Bursts (FRB) sendiri merupakan gelombang radio masif yang hanya muncul sekejap, namun menghasilkan energi yang sangat besar.
Karena waktu kemunculannya yang singkat, para ilmuwan kesulitan untuk mempelajari mereka, sejak FRB pertama kali ditemukan pada 2007.
Baca Juga: Bukan Dibangun Alien, Mesir Tantang Elon Musk Masuk ke Piramida
Berita Terkait
-
Diduga Alien Tinggal di Terowongan Bawah Tanah Planet Mars
-
Lindungi Bulan dan Mars dari Kontaminasi Bumi, NASA Rilis Aturan Ini
-
Pemandangan Pulau Sokotro Mirip Luar Angkasa, Disebut Jadi Pulau Alien
-
Ditinggal Lama Akibat Lockdown, Rumah Ditumbuhi 'Alien' Bertentakel
-
Google Maps Ungkap Lokasi Penampakan Alien di Sekitar Anda
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan