Suara.com - Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA telah menyelesaikan misi utama selama dua tahun, dan badan antariksa berencana memperpanjang misi teleskop pemburu planet tersebut.
Selama 24 bulan terakhir, teleskop telah mencitrakan 75 persen langit, menemukan 66 eksoplanet baru, serta 2.100 kandidat.
"TESS menghasilkan pengamatan berkualitas tinggi yang memberikan data berharga di berbagai topik sains. Saat memasuki misi tambahannya, TESS sudah sukses besar," kata Patricia Boyd, ilmuwan proyek TESS di Goddard Space Flight Center NASA, seperti dikutip IFL Science, Minggu (16/8/2020).
TESS menghabiskan dua tahun pertamanya mempelajari langit Selatan dan kemudian beralih ke Utara. Sekarang, TESS telah pindah kembali ke langit Selatan untuk tahun depan.
Fase terakhir dari misi ini, yang berlangsung selama 15 bulan, akan kembali ke langit Utara serta mengamati ekliptika, sebuah bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Misi diperpanjang ini diharapkan selesai pada September 2022.
Misi yang diperpanjang juga akan melihat peningkatan dalam cara pengumpulan data dengan pengamatan ribuan bintang yang mungkin hanya dalam hitungan detik. TESS sekarang menangkap gambar bagian langit yang diamatinya setiap 10 menit. Hanya dalam 20 detik, itu akan dapat merekam kecerahan ribuan bintang.
Perekaman kecerahan sendiri merupakan pendekatan yang digunakan teleskop untuk menemukan planet baru. Ini dikenal juga sebagai metode transit.
Jika sebuah planet bergerak di depan bintangnya, TESS mencatat penurunan kecerahan. Jika beberapa kali hal itu terjadi dalam pola biasa, TESS akan mampu mendeteksi sebuah planet.
TESS telah menemukan berbagai macam planet, termasuk planet seukuran Bumi. Refleks cepatnya dalam mengamati langit malam juga telah digunakan untuk mendeteksi bintang yang dicabik-cabik oleh lubang hitam.
Baca Juga: Waduh! Kabel Putus, Salah Satu Teleskop Besar di Dunia Rusak
Peningkatan ini akan mendorong semua jenis pengamatan ini dan terus memberikan wawasan baru tentang kumpulan bintang serta planet di Bimasakti.
Berita Terkait
-
NASA Petakan Kerusakan Ledakan Beirut dari Luar Angkasa
-
Astronom Temukan Samudera Tersembunyi di Planet Kerdil Ceres
-
Langka, NASA Temukan Sinar Ultraviolet di Langit Malam Planet Mars
-
Ngeri... Bintik Matahari Seukuran Mars Mengarah ke Bumi, Ini Dampaknya
-
NASA Akan Berhenti Menamai Objek Luar Angkasa dengan Sebutan Sensitif
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Gara-gara Crowded, Polisi Akui Salah Paham Amankan Personel TNI Saat Demo di DPR
-
Soroti Eksekusi Lahan Sawit di Batanghari, Mantan Ketua KY: Tak Ada Hak Pengadilan!
-
6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
-
Dobrak Tradisi! Cholil Nafis Larang Rokok di Ruang Sidang Muktamar NU Jombang
-
Fashion sebagai Bahasa Diri, Menentukan Identitas Lewat Cara Berpakaian
-
Bahaya Keamanan Layar Sentuh Mobil Modern Kian Jadi Sorotan dalam Sebuah Studi Terbaru
-
PLN Proyeksi PLTS BESS di Bali Hemat BBM 500 Ribu Kiloliter per Tahun
-
5 Bulan yang Baik untuk Menikah Menurut Hitungan Weton Jawa, Dipercaya Bawa Keberuntungan
-
Google Bawa Agentic AI ke Industri Keuangan, Bukan Sekadar Chatbot
-
30 Ribu Wisatawan Dieng Culture Festival Dibidik QRIS, Transaksi UMKM Makin Digital