Suara.com - Para ilmuwan menemukan karya seni tertua berupa sepuluh batu terukir di Les Varines, Jersey, bagian dari Kepulauan Jersey and Guernsey milik Britania Raya yang berada sekitar 28 km dari pantai utara Perancis. Daerah itu dikenal sebagai permukiman yang pernah dihuni oleh Magdalena, budaya pemburu-pengumpul awal yang ditemukan antara 23.000 dan 14.000 tahun yang lalu.
Dilaporkan dalam jurnal PLOS One, para arkeolog di Natural History Museum di London, University of Newcastle, dan University of York baru-baru ini melakukan analisis mikroskopis dari garis-garis halus yang terukir di batu.
Bersamaan dengan mengonfirmasi bahwa garis-garis itu bukan hanya goresan acak dari ribuan tahun akibat aus dan bahwa garis-garis itu sengaja diukir sebagai tindakan ekspresi artistik, analisis para ahli juga menjelaskan bagaimana tanda-tanda ini ditempa.
"Analisis mikroskopis menunjukkan bahwa banyak garis, termasuk lengkung, desain konsentris, tampaknya dibuat melalui sayatan berlapis atau berulang, menunjukkan bahwa tidak mungkin garis itu dihasilkan dari batu yang digunakan untuk tujuan fungsional," kata Dr. Silvia Bello, ilmuwan di Natural History Museum, seperti dikutip IFL Science pada Jumat (21/8/2020).
Dr. Bello menambahkan bahwa mayoritas desainnya murni abstrak, tetapi yang lain bisa menggambarkan bentuk dasar seperti hewan, pemandangan, atau manusia. Hal ini sangat menunjukkan bahwa batu di Les Varines diukir untuk dekorasi artistik yang disengaja.
Selain itu, Dr. Bello juga mengatakan bahwa sulit untuk berspekulasi tentang mengapa karya seni prasejarah ini diciptakan. Akan tetapi, tampaknya objek ini hanya memiliki makna sementara, seolah-olah hanya dihargai selama penciptaannya. Ini sangat berbeda dengan gagasan Barat Modern tentang apa yang menjadikan suatu benda sebagai karya seni.
"Bukti dari Les Varines menunjukkan bahwa ukiran itu hanya memiliki arti sementara, sangat berbeda dari persepsi kita tentang objek seni. Ukiran pada plak batu Les Varines dibuat di atas batu lunak," tambah Dr. Bello.
Batu-batu itu ditemukan bersarang di tanah situs purbakala. Berdasarkan lokasi batu ditemukan, tim berspekulasi bahwa batu-batu itu adalah bagian dari perapian, mirip perapian dekoratif.
Kemunculan seni sangat menarik bagi para antropolog dan lainnya yang mempelajari kisah manusia prasejarah karena mengungkapkan sejumlah perkembangan penting dalam budaya manusia, seperti perkembangan pemikiran abstrak, kemajuan dalam komunikasi yang kompleks, dan peningkatan kesadaran estetika.
Tag
Berita Terkait
-
Cinta Tanpa Batas atau Tanpa Akar? Relasi Antarbudaya di Era Globalisasi
-
Culture Festival TelkomGroup 2026 Kembali Digelar, Dorong Pelestarian Budaya di Tengah Transformasi
-
Festival Budaya di TMII Ini Bakal Jadi Ruang Kolaborasi untuk Merayakan Keragaman Indonesia
-
Saranjana: Kota Ghaib, Horor dengan Budaya Kalimantan yang Ambisius Namun Terganjal CGI Kasar?
-
Dua Ton Ikan Ditebar, Festival Memet Ikan Klaten Diserbu Ribuan Warga
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup
-
Diskon Spesial! Makan Siang Hemat di Hachi Garden Khusus Pengguna BRImo
-
5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah
-
Membangkitkan Raksasa yang Tertidur: Misi Besar Lampung Kembalikan Kejayaan Udang Dipasena
-
Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
-
Gandeng Hengky Kurniawan, Run Like a Pro di Bandung Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
-
Kulineran Seru di Oemah Boto Dapat Cashback hingga Rp500 Ribu dari BRI
-
Promo BRI, Beli Buku di Gramedia Ini Dapat Diskon 20 Persen!
-
OJK Kebut Merger BPR, 200 Lebih Bank Masih Antre Konsolidasi