Suara.com - Modus penipuan WhatsApp terus bermunculan, para pelaku kejahatan syber memiliki cara baru untuk menjerat korbannya.
Perlu diwaspadai pengguna WhatsApp jika menerima telepon dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai perwakilan WhatsApp.
Cara baru untuk mengelabuhi korban ini tengah marak di India, mereka menggunakan rekaman suara yang memberitahu korban jika memenangkan tiket lotere atas nama WhatsApp.
Modus ini membuat korban harus mengklaim hadiah, korban menghubungi cabang State Bank of India di Mumbai.
Seakan sudah diatur sedemikian rupa, pelaku kejahatan cyber tersebut akan memanggil seseorang yang mengaku manager cabang.
Dilansir dari laman Times of India, telepon penipuan tersebut juga dilengkapi dengan gambar terkait lotere tersebut.
Usai korban berhasil dibujuk, dia akan diminta menyetor biaya pendaftaran dan pajak untuk lotere tersebut dan tentunya uang tersbut tak aakn kembali.
Tak hanya itu, modus lainnya membuat korban untuk mengunduh sebuah aplikasi.
Aplikasi ini nantinya akan memudahkan penjahat syber tersebut akan mengedalikann dekstop HP milik korban dari jarak jauh.
Baca Juga: Lagi Pada Susah saat Corona, Warga Bekasi Korban Penipuan Online Melejit
Melalui aplikasi ini ini para penjahat syer akan mencrui detail cookies, PIN serta password serta informasi dari HP korban.
Meski belum ada laporan dengan kasus serupa, namun pengguna WhatsApp terus waspada terkait penipuann kejahatan syber tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus