Suara.com - Pengembang game Among Us, Innersloth mengumumkan seri keduanya. Developer game indie ini memiliki rencana lain yang hendak dikerjakan lebih dulu.
Saat ini, game Among Us sedang sangat populer. Padahal di awal peluncuran 2018 silam, tak banyak yang memainkannya.
Namun tiba-tiba sejak Agustus 2020 ini, game indie tersebut mengalami lonjakan pemain yang begitu tinggi. Tidak hanya di versi game PC yang dipasarkan lewat Steam.
Innersloth juga menghadirkan Among Us ke platform modern. Yakni di Android dan iOS yang sama-sama mendapatkan jumlah pemain tinggi.
Melalui postingan terbarunya, developer game indie ini menyampaikan apa rencana mereka kedepannya. Termasuk dengan sekuel, tidak lain Among Us 2.
Yang pertama dikerjakan Innersloth adalah memperbaiki server mereka untuk memenuhi lonjakan jumlah pemain yang tidak mereka perkirakan sebelumnya.
Developer game indie ini juga menerima banyak masukan dari player. Karena itu pula mereka menyiapkan untuk konten-konten baru di masa depan.
Berbicara soal konten baru, mereka terpaksa memutuskan untuk menunda Among Us 2. Dan kini sedang berusaha untuk memperbaiki seri pertama lebih dahulu.
Lewat postingan resminya, disampaikan kalau basis code Among Us telah dianggap terlalu ketinggalan zaman. Selain itu juga tidak dibangun untuk menghadapi jumlah pemain sebanyak sekarang.
Baca Juga: Viral Cocoklogi Game Among Us, Ajarkan Fitnah Sampai Dikaitkan dengan Agama
Namun karena banyaknya pemain, Innersloth memutuskan untuk memberikan dukungan lebih lanjut. Agar bisa lebih fokus, mereka memutuskan membatalkan Among Us 2.
Menariknya, developer ini juga memutuskan memasukkan konten yang disiapkan untuk Among Us 2 ke Among Us 1. Tentunya untuk membuat game indie tersebut lebih meriah.
Saat ini mereka juga tengah berusaha keras untuk mencari tahu masalah pada server. Juga disiapkan beragam fitur baru untuk dihadirkan nantinya.
Seperti dukungan buta warna, sehingga membuka lebih banyak potensi player. Terlebih game ini sangat bergantung pada warna untuk membedakan satu sama lain.
Juga fitur pertemanan dan sistem Akun, yang akan lebih memudahkan mendapatkan kawan bermain. Namun tetap mempertimbangkan banyak hal.
Update ini tentunya akan membutuhkan banyak waktu dan fokus. Tidak heran jika pengembang game indie ini sampai membatalkan Among Us 2. [HiTekno.com]
Berita Terkait
-
Viral Cocoklogi Game Among Us, Ajarkan Fitnah Sampai Dikaitkan dengan Agama
-
Raih 41,9 Juta Unduhan pada September, Popularitas Among Us Melesat Tajam
-
Laris Manis, Jumlah Pemain Among Us Saingi PUBG
-
Biar Tidak Dicurigai Jadi Imposter, Ini 5 Tugas Crewmate di Game Among Us
-
Ini Alasan Game Among Us Belum Ada PS4 dan Xbox One
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah