Suara.com - Demo penolakan RUU Cipta Kerja yang dilakukan oleh para mahasiswa pada Kamis (8/10/2020) menjadi sorotan oleh banyak pihak, tak terkecuali dosen di universitas yang bersangkutan. Seorang dosen yang tak diketahui identitasnya, memberikan nilai A bagi mahasiswanya yang ikut berpartisipasi dalam demo tersebut.
Dibagikan kembali oleh warganet melalui akun base Twitter @collegemenfess pada 8 Oktober, warganet yang juga seorang mahasiswa itu membagikan gambar tangakapan layar isi pesan WhatsApp dari dosennya.
Dalam pesan yang ditulis dosennya, dosen tersebut menyebut bagi mahasiswa yang mengikuti demo penolakan RUU Cipta Kerja, maka akan mendapatkan nilai A di mata kuliah yang diajarnya.
Tak hanya itu, dosen tersebut pun meminta bukti berupa foto bahwa mahasiswa yang bersangkutan mengikuti demo.
"Yang ikut demo Omnibus Law langsung dapat nilai A. Share foto ya," tulis dosen tersebut.
Pesan itu dikirim tepat pada hari di mana para mahasiswa melakukan aksi demo.
"Dosenku... beliau typo btw *law. Hati-hati untuk temen-temen yang turun!" cuit warganet yang mengunggah gambar tersebut dalam kolom keterangan.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 3.100 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun, menuai beragam komentar dari warganet. Tak sedikit warganet merasa iri dengan kebijakan tersebut dan beberapa justru mendapatkan perlakukan bertolak belakang.
"Itu kampus mana? Kampusku malah dikasih C," tulis akun @taegurl_.
Baca Juga: Tupperware Hilang saat Demo, Mahasiswa Ini Tak Berani Pulang ke Rumah
"Asik nih dosennya kan, big heart banget buat bapak/ibu yang kayak gini. Semoga sehat selalu pak, bu," komentar @Qothrun96368810.
"Dosen aku juga gitu tadi. Lagi mata kuliah PKN, 'Kalau ada yang ikut demo saya akan kasih nilai A'," ungkap @buntelankapas.
"Jadi ingat tahun lalu ada kelas pendidikan Pancasila dosennya ngizinin untuk ikut demo," tambah @candydfruit.
"Seandainya dosenku begini," cuit @jaehyunjustjay.
Berita Terkait
-
Viral Curhatan Wanita yang Lahir di Zimbabwe, 'Selalu Dikira Bercanda'
-
Tidur Bawa Golok, Aksi Bapak-bapak Jaga Tanaman Hias Ini Bikin Ngakak
-
Ikuti Tutorial Sadap WhatsApp Pacar, Testimoni Warganet Ini Bikin Nyesek
-
Viral! Video Tenaga Medis Tenangkan Balita Diduga Terinfeksi Covid-19
-
Tak Sinkron, Spanduk Cegah Covid-19 Ini Malah Memancing Emosi Warganet
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Harga dan Spesifikasi Marshall Monitor III ANC Cream di Indonesia
-
5 Tablet 12 Inci untuk Produktivitas Tinggi, Ringkas Dibawa Kemana Saja
-
Google Luncurkan Search Live, Bisa Cari Info Pakai Suara dan Kamera
-
Tips Bikin Konten Instagram dan TikTok Lebih Autentik Pakai Xiaomi 17 dengan Kamera Leica
-
5 Pilihan HP POCO 5G Terbaru Paling Murah di 2026, Konektivitas Cepat
-
Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Andalkan Kamera Nightography dan AI, Cocok Buat Konten Seharian
-
Serangan Siber di Indonesia Tembus 14,9 Juta, Kaspersky Dorong SOC Berbasis AI
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
NextDev Summit 2026 : Telkomsel Dorong Startup AI, Tax Point Jadi Juara
-
Komdigi Buka Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Perluas Internet ke Pelosok Daerah