Suara.com - Dengan semangat untuk mendobrak segmen mid-range dan meraih posisi sebagai TOP 3 Smartphone Brand di pasar tanah air, realme hari ini resmi meluncurkan realme 7 Pro “65W Charging Evolution” & realme C17 “Memori Cadas, Layar Super” ke Indonesia.
Dengan menghadirkan trendsetting technology dan trendsetting design di setiap segmen harga, baik realme 7 Pro maupun realme C17, keduanya dirancang untuk meningkatkan pengalaman menggunakan smartphone dengan berbagai kejutan yang belum pernah ada sebelumnya untuk anak muda.
Untuk merasakan secara langsung 65W Charging Evolution realme 7 Pro, realme mengadakan program #3MinsChargingEnough dengan mengajak Andrea Dian dan CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata untuk menampilkan secara langsung kepada para realme Fans apa yang dapat dilakukan dengan 3 menit pengisian daya smartphone.
Pengusaha seperti Edward biasanya adalah orang yang sibuk dan selalu membutuhkan sesuatu yang cepat untuk mencapai tujuan bisnisnya, ia membutuhkan solusi pengisian daya smartphone yang cepat dalam waktu 3 menit.
Dengan realme 7 Pro dan 65W Charging Evolution mereka dapat dengan mudah menerapkan #3MinChargingEnough, memanfaatkan waktu tersebut untuk refresh di sela kesibukan bekerja sebelum melanjutkan rutinitas harian mereka dengan fokus. realme juga berkolaborasi dengan Dalang Pelo - animator lokal Indonesia untuk membagikan pengalamannya menggunakan smartphone dengan memori besar, yakni realme C17 melalui sebuah animasi.
“realme selalu membawa trendsetting technology dan trendsetting design serta mengkomunikasikan produk baru kami dengan trendsetting language agar lebih dekat dengan anak muda. Seri Pro kami, telah dikenal sebagai flagship for young dengan spesifikasi unggulan yang digemari oleh banyak anak muda. Dan kali ini realme 7 Pro akan hadir mengusung 65W Charging Evolution yang memungkinkan anak muda untuk dapat refreshment sejenak sembari mengisi daya smartphone dalam #3MinChargingEnough.
Indonesia sebagai Kontributor No 1 di pasar realme SEA memang istimewa, oleh karena itu kami secara khusus menghadirkan realme C17 dengan konfigurasi memori terbesar, 6GB+256GB, hanya untuk Indonesia di segmen harga Rp 2 jutaan. Kolaborasi dengan Andrea Dian dan CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata pada program #3MinChargingEnough dan Dalang Pelo untuk Memori Cadas, Layar Super realme C17 juga menunjukkan pendekatan pasar kami yang mudah dipahami oleh anak muda,” kata Palson Yi – Marketing Director realme Indonesia.
realme 7 Pro: 65W SuperDart Charge sebagai Pengisi Daya Smartphone Tercepat di Indonesia.
Terdepan soal evolusi pengisian daya cepat, realme menjadi merek smartphone pertama yang memberikan 65W SuperDart Charge ke segmen harga Rp 4 jutaan agar anak muda dapat merasakan kecepatan pengisian daya smartphone secepat kilat.
Baca Juga: realme 7 Pro Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasinya
Dengan 65W SuperDart, realme 7 Pro dapat mengisi daya hingga 13 persen dalam 3 menit dan 100 persen dalam 34 menit. Itu sebabnya realme 7 Pro akan menjadi smartphone dengan pengisian daya tercepat di segmennya dan memungkinkan pengguna untuk menghidupkan kembali smartphone mereka secepat mungkin.
Sementara itu, smartphone ini juga fleksibel dan kompatibel dengan beberapa perangkat pengisian daya lainnya seperti, 30W Dart Charge, 18W QC Fast Charge dan PD Fast Charge.
Dengan baterai ganda 3C 4500mAh (2250mAh*2), 65W SuperDart Charge dapat langsung mengisi baterai dengan kekuatan 10V 6,5A di bawah kendali MCU pengisian cepat.
Dalam proses pengisian, SuperDart Charge menggunakan pengisian daya untuk mengurangi separuh voltase baterai sel ganda untuk mencapai voltase yang mampu memberi daya pada ponsel, dan memastikan kecepatan pengisian daya tetap dengan suhu yang terkontrol. Seluruh proses pengisian dikontrol secara ketat di bawah 40 dan didinginkan untuk mencegah panas berlebih dan mencapai konversi energi listrik efisiensi tinggi hingga 98 persen.
realme 7 Pro: Memotret Lebih Tajam dengan 64MP Sony Quad Camera
Untuk membantu anak muda yang aktif mengabadikan berbagai momen, realme 7 Pro menghadirkan 64MP wide-angle Quad Camera dengan sensor Sony IMX682 1/1,73 inci yang besar dan aperture f/1.8 sehingga membuatnya memiliki sensitivitas cahaya dan ketepatan warna yang lebih kuat. Dengan teknologi Quad Bayer, sensor melengkapi 1,6μm piksel tanpa kehilangan kinerja, memberikan rentang dinamis yang sangat baik dan detail pencitraan yang kaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Eks Pelatih PSM dan Persipura Bocorkan ke Singapura Taktik Tekuk Timnas Indonesia
-
Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro
-
Impresi Singkat Suzuki Fronx SGX Varian Tertinggi di GIIAS 2026
-
Starting XI Singapura vs Timnas Indonesia: Nadeo dan Jordi Amat Cadangan
-
BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia
-
Ironi Para Penjilat Kekuasaan: Saat Gelar Akademis Kalah oleh Mental ABS
-
Isu Reshuffle Usai HUT RI, Muzani: Saya Belum Dengar, Itu Hak Prerogatif Prabowo
-
10 Tiang Listrik Roboh Beruntun di Pantura Gresik, Satu Orang Jadi Korban
-
Paket Ringan Kian Mendominasi Belanja Online, Konsumen Kini Makin Selektif Memilih Layanan Kirim
-
Wamenkop: Prabowo Sedang Kembalikan Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi Bangsa