Ilustrasi media sosial, Facebook dan Instagram. [Tanja-Denise Schantz/Pixabay]
Suara.com - Sebuah studi terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa para konsumen Asia Tenggara sangat sensitif dengan reputasi online perusahaan. Jika sebuah perusahaan terlilit skandal atau banyak menerima review negatif di internet, maka ia akan dijauhi.
Lalu bagaimana cara menjaga reputasi digital tetap positif? Berikut beberapa tips dari Kaspersky:
- Reputasi digital terkait reputasi pribadi
Segala sesuatu yang diposting di internet tetap ada di internet, termasuk penilaian yang keras dan radikal. Ini dapat menyebabkan justifikasi yang tidak menyenangkan di tempat kerja atau selama proses perekrutan. - Jangan semua data pribadi diumbar
Berhati-hatilah mengungkap informasi pribadi di media sosial. Bagikan hal-hal yang perlu dan dibutuhkan. Semakin banyak membagikan informasi, semakin menarik Anda bagi penyerang yang ingin melakukan pencurian data pribadi dan identitas. - Hapus akun dan data
Kita memiliki banyak akun dan sialnya banyak di antaranya hampir tidak digunakan atau bahkan terlupakan. Banyak dari mereka bertahan dan salah satu dari mereka dapat membocorkan informasi Anda. - Data sensitif
Jangan berikan data sensitif pada aplikasi mobile. Jika terpaksa, lihat kebijakan privasinya. Jangan berikan izin akses ke data pribadi jika aplikasi akan meneruskannya ke pihak ketiga. Tetapi yang pasti adalah data yang kamu serahkan tidak dijamin akan tetap terjaga. - Gunakan jasa keamanan
Agar lebih aman saat sedang beraktivitas di media sosial gunakan solusi dari perusahaan keamanan siber. [Antara]
Komentar
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional