- Kemdiktisaintek menunjuk Prof. Ali Rokhman sebagai Plt Rektor Unsoed mulai 23 Agustus 2026.
- Penunjukan tersebut dilakukan setelah KPK menetapkan Rektor Ahmad Sodiq sebagai tersangka kasus korupsi.
- Plt Rektor bertugas menjaga kelancaran layanan akademik serta mengawal pemilihan rektor definitif.
Suara.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menunjuk Ali Rokhman sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Keputusan tersebut diambil setelah rektor sebelumnya Ahmad Sodiq ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penetapan Ali Rokhman sebagai Plt Rektor berlaku mulai Minggu (23/8/2026). Keputusan tersebut diambil untuk memastikan kegiatan akademik dan nonakademik di Unsoed tetap berjalan di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.
Plt Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco mengatakan kementerian prihatin atas munculnya persoalan hukum di lingkungan perguruan tinggi.
Kemdiktisaintek juga menegaskan tidak akan menoleransi pelanggaran hukum maupun penyalahgunaan wewenang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Kemdiktisaintek menyatakan keprihatinan mendalam atas munculnya persoalan hukum di lingkungan perguruan tinggi. Kemdiktisaintek menegaskan bahwa kementerian tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum atau penyalahgunaan wewenang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi,” demikian pernyataan Kemdiktisaintek dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Minggu (23/8/2026).
Kemdiktisaintek menyatakan menghormati proses hukum yang tengah ditangani KPK dan siap berkoordinasi untuk mendukung proses penegakan hukum.
Penunjukan Plt Rektor juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kekosongan kepemimpinan di Unsoed.
Ali Rokhman selanjutnya mendapat sejumlah tugas selama masa transisi. Salah satunya memastikan seluruh layanan akademik dan nonakademik tetap berjalan, termasuk kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni dan mitra kerja sama.
Selain itu, Ali Rokhman diminta mengawal proses pemilihan rektor definitif agar tetap berjalan sesuai Statuta Unsoed dan peraturan senat yang berlaku.
Baca Juga: Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK
Sebelumnya, KPK menetapkan Rektor Unsoed Ahmad Sodiq sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (20/8/2026), KPK mengamankan 14 orang, terdiri dari 12 orang di Purwokerto dan dua orang di Jakarta.
Dari pemeriksaan tersebut, KPK kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka yakni Ahmad Sodiq, Wakil Rektor III Norman Arie Prayoga, Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto, serta pihak swasta Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono.
Dalam OTT tersebut, KPK turut mengamankan uang tunai sekitar Rp665 juta dan saldo rekening senilai Rp99 juta.
Para tersangka kemudian ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 21 Agustus hingga 9 September 2026.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri Unsoed. Jalur tersebut berbeda dengan SNBP dan SNBT karena proses penerimaan dan pengelolaannya dilakukan secara mandiri oleh Unsoed.
Kemdiktisaintek kini menempatkan perguruan tinggi tersebut di bawah kepemimpinan Plt Rektor untuk memastikan roda akademik tetap berjalan sembari proses hukum terhadap sejumlah pejabat Unsoed berlangsung.
Berita Terkait
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Buntut OTT Rektor Unsoed, Anggota DPR Desak Pemerintah Audit Nasional Jalur Mandiri PTN
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi
-
Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung
-
Bukan Sekadar Isu Elite, Botok Pati Sebut Korupsi Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung
-
Viral 4 Kementerian Alokasikan Dana Rp4,1 Miliar untuk Pengadaan Mobil Golf
-
Beli Sepatu ANTA Dapat Diskon Ratusan Ribu dari BRI, Cek Caranya di Sini!
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta